Perilaku keterlambatan hadir masih menjadi masalah kedisiplinan yang menghambat efektivitas pembelajaran dan pembentukan karakter siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh strategi pembinaan disiplin berbasis self-control, yang diterapkan melalui teknik self-monitoring, terhadap perilaku keterlambatan hadir siswa kelas XII SMKN 1 Kedawung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain Nonequivalent Control Group Design. Sebanyak 60 siswa dengan riwayat keterlambatan berulang dipilih melalui purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok eksperimen (n = 30) yang memperoleh perlakuan self-monitoring selama enam pertemuan, serta kelompok kontrol (n = 30) yang memperoleh layanan bimbingan reguler dari sekolah. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert 64 butir (Cronbach’s Alpha = 0,952) dan dianalisis secara deskriptif maupun inferensial. Karena data pretest dan posttest tidak berdistribusi normal, pengujian hipotesis dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test dan Mann-Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan perubahan yang signifikan pada kelompok kontrol (Z = -2,962, p = 0,003) maupun kelompok eksperimen (Z = -4,742, p < 0,001), serta perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok pada posttest (Mann-Whitney U = 117,000, Z = -4,951, p < 0,001), dengan Mean Rank kelompok eksperimen (41,60) lebih tinggi daripada kelompok kontrol (19,40). Besar efek yang diperoleh tergolong besar (Cohen’s d = 1,552). Temuan ini menunjukkan bahwa teknik self-monitoring memberikan kontribusi yang berarti dalam menurunkan perilaku keterlambatan hadir siswa dan dapat diadopsi oleh guru bimbingan dan konseling sebagai strategi pembinaan disiplin yang preventif dan berpusat pada siswa.