This Author published in this journals
All Journal Jurnal KACA
Imelda Wati
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Karakteristik Psikologis Manusia dalam Al-Qur’an: Analisis Semantik Penafsiran Al-Alusi terhadap QS. Al-Ma’arij: 19-35 Imelda Wati; Ahmad Isnaeni; Masruchin Masruchin
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 16 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v16i2.1429

Abstract

Penelitian ini mengkaji karakteristik psikologis manusia yang terdapat dalam QS. Al-Maʿārij ayat 19-35 merujuk pada Tafsir Ruh al-Maʿānī dengan menggunakan pendekatan analisis semantik Toshihiko Izutsu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis library research dan metode deskriptif analitis. Sumber data primer adalah Kitab Ruh al-Ma'ānī dan teks QS. Al-Ma'ārij ayat 19-35, sedangkan sumber data sekunder meliputi kamus Arab klasik dan jurnal akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan dua temuan utama. Pertama, QS. Al-Ma'ārij ayat 19-35 memuat dua kelompok karakteristik psikologis manusia yang mencakup tiga sifat negatif bawaan yaitu halū’a, jazū’a, dan manū’a ang menurut Al-Ālūsī bersumber dari keterasingan jiwa dari Allah (al-ghurbah al-ruhiyyah) dan tujuh sifat positif sebagai sistem terapi psikospiritual yang holistik mencakup dawām al-salāh, haqq ma'lūm, tasdīq yawm al-dīn, khawf min 'adhāb Allāh, hifz al-farj, ri'āyat al-amānah wa al-'ahd, serta hifz al-salāh. Kedua, analisis semantik mengungkap bahwa halū’a, jazū’a, dan manū’a merupakan bentuk mubālaghah dengan intensitas psikologis tertinggi. Weltanschauung Al-Qur'an merumuskan bahwa manusia rapuh secara fitrah, namun dapat disempurnakan secara spiritual melalui sistem terapi yang holistik, spiritual, sosial, dan moral sekaligus. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan integrasi tafsir ishāri dengan analisis semantik untuk mengungkap dimensi psikologis dalam Al-Qur’an.