Al’afandi Al’afandi
Universitas Alkhairaat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

CAMPUR KODE BAHASA UMA DALAM TUTURAN BAHASA RAMPI Melti Tasya; Idrus Idrus; Al’afandi Al’afandi
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.14199

Abstract

This research is motivated by the phenomenon of the use of two local languages, namely the Rampi and Uma languages, in the daily interactions of the people of Mamu Village, Pipikoro District, Sigi Regency. The use of these two languages indicates language contact that allows code-mixing to occur in community communication. This research aims to describe the forms of code-mixing from Uma into Rampi and to identify the factors that cause code-mixing in the interactions of the people of Mamu Village. This research employs a descriptive qualitative approach. The data sources consist of utterances produced by the people of Mamu Village, collected through observation, interviews, participant observation, non-participant observation, recording, and note-taking techniques. The data were analyzed through the stages of transcription, identification, classification, and interpretation based on sociolinguistic studies and code-mixing theory. The results show that the forms of code-mixing found include the insertion of words, phrases, and clauses, with word insertion from Uma into Rampi being the most dominant form. The factors causing code-mixing include speaker-related factors, language habits, social closeness between speakers, the bilingual environment, and the desire to clarify the intended meaning of an utterance. This phenomenon demonstrates the close social relationship between Uma and Rampi speakers and reflects the dynamics of language contact in the daily life of the people of Mamu Village. Thus, code-mixing functions not only as a means of communication but also reflects the social and cultural identity of the local community. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena penggunaan dua bahasa daerah, yaitu bahasa Rampi dan bahasa Uma, dalam interaksi sehari-hari masyarakat Desa Mamu, Kecamatan Pipikoro, Kabupaten Sigi. Penggunaan kedua bahasa tersebut menunjukkan adanya kontak bahasa yang memungkinkan terjadinya campur kode dalam komunikasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk campur kode bahasa Uma terhadap bahasa Rampi serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode dalam interaksi masyarakat Desa Mamu. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian berupa tuturan masyarakat Desa Mamu yang diperoleh melalui observasi, wawancara, teknik simak libat cakap, simak bebas libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Data dianalisis melalui tahap transkripsi, identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi berdasarkan kajian sosiolinguistik dan teori campur kode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk campur kode yang ditemukan meliputi penyisipan kata, frasa, dan klausa, dengan bentuk yang paling dominan berupa penyisipan kata bahasa Uma ke dalam tuturan bahasa Rampi. Faktor penyebab campur kode meliputi faktor penutur, kebiasaan berbahasa, kedekatan sosial antarpembicara, lingkungan bilingual, dan keinginan memperjelas maksud tuturan. Fenomena tersebut menunjukkan adanya hubungan sosial yang erat antara penutur bahasa Uma dan bahasa Rampi serta mencerminkan dinamika kontak bahasa dalam kehidupan masyarakat Desa Mamu. Dengan demikian, campur kode tidak hanya berperan sebagai sarana komunikasi, tetapi juga mencerminkan identitas sosial dan budaya masyarakat setempat.
PENGGUNAAN BAHASA SLANG DALAM INTERAKSI SOSIAL SISWA MTS: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Ainun Ainun; Nasim Taha; Al’afandi Al’afandi
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i4.13068

Abstract

The development of adolescent communication in the digital era has encouraged the emergence of various language variations, one of which is slang that is increasingly used in students’ social interactions. Although studies on slang language have been widely conducted, research specifically examining the forms, functions, and factors influencing slang use in direct interactions among junior secondary-level madrasah students remains limited. This study aims to analyze the use of slang language among students of MTs Alkhairaat Baliase from a sociolinguistic perspective. This study employed a descriptive qualitative approach, with data consisting of slang words, phrases, and utterances collected through observation, participant observation with note-taking techniques, and documentation. Data analysis was conducted using the interactive model of Miles and Huberman. The results show that the slang used by students includes abbreviations or acronyms, foreign language loanwords, words undergoing semantic shifts, and popular vocabulary in adolescent interactions. The use of slang is influenced by peer groups, digital media, and the need to construct social identity. The novelty of this study lies in examining slang language in students’ natural interactions at MTs, revealing the social functions of language as a means of communication, group solidarity, and self-expression. ABSTRAK Perkembangan komunikasi remaja di era digital mendorong munculnya berbagai variasi bahasa, salah satunya bahasa slang yang semakin banyak digunakan dalam interaksi sosial siswa. Meskipun kajian mengenai bahasa slang telah banyak dilakukan, penelitian yang secara khusus mengkaji bentuk, fungsi, dan faktor penggunaan bahasa slang dalam interaksi langsung siswa madrasah tingkat menengah pertama masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan bahasa slang pada siswa MTs Alkhairaat Baliase dari perspektif sosiolinguistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data berupa kata, frasa, dan tuturan slang yang diperoleh melalui observasi, simak libat catat, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa slang yang digunakan siswa meliputi bentuk singkatan atau akronim, istilah serapan bahasa asing, kata yang mengalami pergeseran makna, dan kosakata populer dalam pergaulan remaja. Penggunaan slang dipengaruhi oleh kelompok sebaya, media digital, serta kebutuhan membangun identitas sosial. Novelty penelitian ini terletak pada kajian bahasa slang dalam interaksi alami siswa MTs yang mengungkap fungsi sosial bahasa sebagai sarana komunikasi, solidaritas kelompok, dan ekspresi diri.