ABSTRACT The use of national songs in history learning can acquire broader meaning when singing is not limited to a routine activity but provides students with opportunities to connect the experience with their understanding of national identity. This study examines students’ interpretation of Tanah Airku and its use as a reflective medium in history learning at SMA Persatuan Tulangan. A qualitative approach with a descriptive design was employed to explore these experiences through observation, interviews, and documentation. The participants consisted of one history teacher and six students from Grades X, XI, and XII, selected purposively based on their involvement in history learning and their experience with national songs at school. Data were analyzed through selection, categorization, presentation, and conclusion drawing, while data credibility was strengthened through source and technique triangulation. The findings indicate that Tanah Airku was interpreted in relation to love for the homeland, appreciation of the nation, unity, and respect for others. Students also connected their experiences with behaviors such as respecting teachers, appreciating peers, participating in ceremonies, complying with school regulations, and taking part in school activities. The song was incorporated at the end of the lesson as a space for reflection that connected historical content with students’ experiences of national identity. These findings suggest that Tanah Airku can serve as a supporting medium for contextualizing the meaning of nationalism rather than merely functioning as a song used in ceremonial activities. ABSTRAK Penggunaan lagu nasional dalam pembelajaran sejarah dapat memperoleh makna yang lebih luas ketika pengalaman menyanyikan lagu tidak berhenti pada kegiatan rutin, tetapi memberi kesempatan kepada siswa untuk menghubungkannya dengan kehidupan kebangsaan. Penelitian ini menelaah pemaknaan siswa terhadap lagu Tanah Airku serta penggunaannya sebagai media reflektif dalam pembelajaran sejarah di SMA Persatuan Tulangan. Pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif digunakan untuk memahami pengalaman tersebut melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan terdiri atas seorang guru sejarah dan enam siswa kelas X, XI, dan XII yang dipilih secara purposive berdasarkan keterlibatan mereka dalam pembelajaran sejarah dan pengalaman terhadap lagu nasional di sekolah. Data dianalisis melalui seleksi, pengelompokan, penyajian, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Temuan memperlihatkan bahwa Tanah Airku dimaknai melalui cinta tanah air, penghargaan terhadap bangsa, persatuan, dan penghormatan terhadap sesama. Siswa juga menghubungkan pengalaman tersebut dengan perilaku seperti menghormati guru, menghargai teman, mengikuti upacara, menaati tata tertib, dan berpartisipasi dalam kegiatan sekolah. Lagu ditempatkan pada akhir pembelajaran sebagai ruang refleksi yang mempertemukan materi sejarah dengan pengalaman kebangsaan siswa. Temuan ini menegaskan bahwa Tanah Airku dapat berfungsi sebagai media pendukung untuk memaknai nasionalisme secara kontekstual, bukan sekadar sebagai lagu dalam kegiatan seremonial.