Mafruhatul Abidah
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strengthening Students' Tolerance through the Merdeka Curriculum in Aqidah Akhlak Learning: A Case Study of an Indonesian Madrasah Ibtidaiyah Mafruhatul Abidah; Robiatul Adawiyah; Nadlir Nadlir
Journal of Education Research Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v7i3.3883

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran Aqidah Akhlak serta kontribusinya terhadap penguatan karakter toleransi peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di MI Attanwir. Data dikumpulkan melalui observasi pembelajaran, wawancara semi-terstruktur dengan guru dan kepala madrasah, serta analisis dokumen yang meliputi modul ajar, perangkat pembelajaran, dan program sekolah. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa, sedangkan keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber, peningkatan ketekunan, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berhasil mengimplementasikan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka melalui penyusunan modul ajar yang fleksibel, penerapan strategipembelajaran yang berpusat pada peserta didik, pembelajaran kontekstual, serta pengintegrasian nilai-nilai moderasi beragama dan Profil Pelajar Pancasila dalam kegiatan pembelajaran. Peserta didik menunjukkan sikap toleransi melalui komunikasi yang santun, pembelajaran kolaboratif, serta penghargaan terhadap perbedaan pendapat. Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan, yaitu keterbatasan sumber belajar kontekstual dan variasi kesiapan pedagogis guru. Selain itu, budaya madrasah yang diwujudkan melalui pembiasaan ibadah bersama, kegiatan kolaboratif, dan program pembentukan karakter secara berkelanjutan terbukti memperkuat implementasi pembelajaran di kelas. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian pendidikan Islam dengan menunjukkan bahwa penguatan karakter toleransi tidak hanya ditentukan oleh implementasi Kurikulum Merdeka, tetapi juga oleh sinergi antara praktik pedagogis di kelas dan budaya madrasah dalam konteks pendidikan dasar Islam.