This Author published in this journals
All Journal BIMASTER
Septiani, Thara Amalia
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PERPINDAHAN STATUS KUALITAS UDARA BERDASARKAN KONSENTRASI PM2.5 DENGAN CONTINUOUS-TIME MARKOV CHAIN (CTMC) Septiani, Thara Amalia; Martha, Shantika; Satyahadewi, Neva
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol. 15 No. 2 (2026): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas udara merupakan faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan konsentrasi partikel halus PM2.5. Status kualitas udara dapat berubah dari waktu ke waktu sehingga diperlukan pendekatan analisis yang mampu menggambarkan pola perpindahan status tersebut secara probabilistik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik perpindahan status kualitas udara PM2.5 serta mengestimasi probabilitas transisi dan ekspektasi waktu bertahan setiap status kualitas udara menggunakan pendekatan Continuous-Time Markov Chain (CTMC). Data yang digunakan berupa data konsentrasi PM2.5 per jam yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas l Supadio pada periode Agustus hingga Oktober 2025. Konsentrasi PM2.5 diklasifikasikan ke dalam status kualitas udara berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), kemudian dibentuk transisi antarstatus berdasarkan urutan pengamatan per jam. Parameter model CTMC berupa matriks generator (Q-matrix) diestimasi menggunakan metode Maximum Likelihood Estimation. Hasil analisis menunjukkan bahwa status baik memiliki ekspektasi waktu bertahan paling lama, yaitu sekitar 6,41 jam, diikuti status sedang sekitar 3,29 jam, sedangkan status tidak sehat memiliki waktu bertahan paling singkat, yaitu sekitar 1,76 jam. Distribusi steady-state menunjukkan bahwa dalam jangka panjang kualitas udara cenderung berada pada status baik dengan probabilitas sekitar 63,38%, diikuti status sedang sebesar 34,66%, sementara status tidak sehat memiliki probabilitas yang relatif kecil. Pola probabilitas transisi dalam interval satu jam menunjukkan bahwa perubahan status kualitas udara umumnya terjadi secara bertahap.