Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan program bantuan sosial bagi keluarga miskin yang ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat. Dalam pelaksanaannya, salah satu tantangan yang dihadapi adalah bagaimana mengukur tingkat ketergantungan masyarakat terhadap program tersebut sehingga pelaksanaanya dapat tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan tingkat ketergantungan masyarakat penerima PKH di Desa Rasau Jaya I, Kabupaten Kubu Raya, menggunakan metode Logika Fuzzy Mamdani. Pemilihan metode ini didasarkan pada kemampuannya dalam memetakan input ke dalam output yang memiliki unsur ketidakpastian untuk bentuk masukan yang tidak hanya kuantitatif namun tetap memperhatikan aspek kualitatif. Penelitian ini menggunakan tiga variabel input, yaitu desil kemiskinan (skala 1-10), jumlah tanggungan keluarga (skala 0-10), dan pendidikan terakhir kepala keluarga (skala 0-5), dengan satu variabel output yaitu tingkat ketergantungan (rendah, sedang, dan tinggi). Tahapan analisis meliputi fuzzyfikasi, fungsi implikasi dengan operator MIN, komposisi aturan dengan operator MAX, dan defuzzyfikasi menggunakan metode centroid. Berdasarkan pengujian terhadap 18 data sampel, didapatkan hasil bahwa metode Fuzzy Mamdani mampu mengklasifikasikan tingkat ketergantungan dengan baik, di mana mayoritas keluarga berada pada tingkat ketergantungan sedang hingga tinggi. Tingginya tingkat desil kemiskinan dan rendahnya tingkat pendidikan kepala keluarga menjadi faktor dominan terhadap tingginya ketergantungan bantuan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan analitis bagi pihak terkait dalam pengambilan keputusan penyaluran bantuan di masa mendatang.