This Author published in this journals
All Journal BIMASTER
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KLASTER UNTUK PEMETAAN INDEKS RISIKO BENCANA DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT Pendra, Yunus Eduard; Sulistianingsih, Evy; Perdana, Hendra
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol. 15 No. 2 (2026): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi Kalimantan Barat merupakan salah satu wilayah yang rentan terhadap bencana banjir. Setiap kabupaten/kota memiliki karakteristik kejadian dan dampak banjir yang berbeda, sehingga diperlukan pengelompokan wilayah untuk mengetahui pola kemiripan antarwilayah. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik kejadian dan dampak banjir serta mengelompokkan 14 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat menggunakan analisis klaster hierarki. Variabel yang digunakan meliputi jumlah kejadian banjir, jumlah penduduk mengungsi dan terdampak akibat banjir, serta jumlah wilayah terendam. Data distandardisasi menggunakan Z-score, kemudian jarak antarobjek dihitung menggunakan Euclidean distance. Metode klaster hierarki yang dibandingkan adalah single linkage, average linkage, dan complete linkage, sedangkan jumlah klaster optimal ditentukan menggunakan silhouette coefficient. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah klaster optimal adalah empat klaster dengan nilai silhouette coefficient tertinggi sebesar 0,57 pada metode average linkage dan complete linkage. Metode average linkage digunakan sebagai dasar interpretasi karena menghasilkan struktur pengelompokan yang relatif seimbang. Klaster 1 memiliki karakteristik kejadian dan dampak banjir rendah sehingga mitigasi diarahkan pada pemantauan rutin dan pemeliharaan drainase. Klaster 2 memiliki frekuensi kejadian banjir sedang dengan dampak relatif rendah sehingga memerlukan penguatan kesiapsiagaan, jalur evakuasi, dan penyediaan logistik dasar. Klaster 3 memiliki frekuensi kejadian banjir tinggi dengan dampak sedang, sehingga perlu sistem peringatan dini dan pemetaan titik banjir berulang. Klaster 4 memiliki dampak banjir tinggi terhadap penduduk dan wilayah terendam, sehingga perlu prioritas evakuasi, perlindungan kelompok rentan, dan rehabilitasi pascabanjir.