Perilaku merokok pada perempuan menjadi perhatian ketika ditemukan mahasiswi perokok merupakan calon pendidik. Calon pendidik diharapkan menjadi panutan bagi peserta didik di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap mahasiswi terhadap perilaku merokok secara umum berdasarkan aspek kognisi, afeksi, dan konasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi penelitian adalah mahasiswi aktif jurusan kependidikan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang sebanyak 2.667 orang. Sampel penelitian berjumlah 340 orang dengan penarikan sampel menggunakan propotional random sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala sikap terhadap perilaku merokok. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji t satu sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) sikap mahasiswi terhadap perilaku merokok secara umum berada pada kategori sangat tinggi dengan persentase capaian skor sebesar 54,71%. (2) Sikap kognisi berada pada kategori tinggi dengan mean 55,66, sikap afeksi berada pada kategori tinggi dengan mean 54,87, dan sikap konasi berada pada kategori tinggi dengan mean 51,21. (3) Hasil uji t satu sampel menunjukkan bahwa sikap mahasiswi terhadap perilaku merokok secara umum maupun pada aspek kognisi, afeksi, dan konasi berbeda secara signifikan dari mean hipotetik. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun perilaku merokok masih ditemukan pada sebagian mahasiswi, secara umum mahasiswi memiliki sikap yang cenderung menolak dan tidak mendukung perilaku merokok. Sikap positif dalam penelitian ini dimaknai sebagai kecenderungan terhadap penolakan perilaku merokok, bukan sebagai dukungan terhadap perilaku tersebut. Hasil penelitian dapat menjadi dasar bagi penguatan layanan bimbingan dan konseling serta edukasi mengenai perilaku merokok pada calon pendidik.