Abstrak Rendahnya literasi keluarga di Desa Sei Bamban menjadi permasalahan utama yang berdampak pada rendahnya minat baca dan kurangnya ketersediaan bahan bacaan di rumah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan merevitalisasi literasi keluarga melalui program “Gerakan Satu Rumah Satu Buku” dengan metode observasi, wawancara, edukasi literasi, dan pendampingan membaca bersama. Data diperoleh dari pengamatan langsung terhadap kebiasaan membaca masyarakat dan tingkat keterlibatan keluarga dalam aktivitas literasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya budaya membaca, meningkatnya keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak, serta bertambahnya aktivitas membaca di rumah. Program ini terbukti efektif dalam membantu keluarga menciptakan lingkungan literasi, memperkuat kebiasaan membaca, dan meningkatkan kemampuan literasi dasar anak di Desa Sei Bamban. Kata kunci: literasi keluarga, satu rumah satu buku, pengabdian masyarakat. Abstract Low family literacy in Sei Bamban Village is a major problem that has an impact on low reading interest and a lack of reading materials at home. This community service activity aims to revitalize family lit eracy through the "One House, One Book" program using observation, interviews, literacy education, and guided reading methods. Data was obtained from direct observation of the community's reading habits and the level of family involvement in literacy activities. The results of the activity showed an increase in community awareness of the importance of a reading culture, increased parental involvement in accompanying children, and an increase in reading activities at home. This program has proven to be effective in helping families create a literate environment, strengthen reading habits, and improve children's basic literacy skills in Sei Bamban Village. Keywords: family literacy, reading culture, one house one book, community service.