Rahadiansyah, Kemal Alif
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Eksistensi Kawasan Cagar Budaya Kota Lama Surabaya sebagai Objek Wisata Sejarah Rahadiansyah, Kemal Alif; Djono, Djono
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 2 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i2.3773

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penurunan kualitas bangunan cagar budaya di Kawasan Kota Lama Surabaya akibat kurangnya upaya pelestarian di tengah pesatnya perkembangan pembangunan perkotaan. Oleh karena itu, diperlukan strategi revitalisasi dan pengelolaan yang tepat agar kawasan tersebut tetap lestari sekaligus berkembang secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi bangunan cagar budaya kolonial, menganalis strategi peningkatan daya tarik kawasan, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat eksistensi kawasan sebagai objek wisata sejarah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan, wawancara mendalam bersama pihak pemerintah, pengelola, dan pelaku usaha, serta studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan ini memiliki karakteristik arsitektur kolonial bergaya Eropa, Tionghoa, Arab, dan Melayu yang kuat. Program revitalisasi oleh Pemerintah Kota Surabaya berhasil memperbaiki kualitas fisik, meningkatkan aksesibilitas, memperkuat branding digital, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Faktor pendukung eksistensi meliputi komitmen pemerintah, pengaturan cagar budaya, keautentikan sejarah, dan partisipasi aktif masyarakat. Sementara itu, faktor penghambat mencakup rendahnya kesadaran pelestarian sebagian warga, keterikatan pendanaan, status kepemilikan swasta, serta tantangan menyelaraskan warisan budaya dengan modernisasi. Kesimpulannya, eksistensi Kawasan Kota Lama Surabaya semakin menguat melalui revitalisasi berkelanjutan dan kolaborasi multisektor yang memperkokoh identitas sejarah kota