Majelis taklim sebagai lembaga sosial keagamaan memiliki peran penting dalam menanamkan dan mempertahankan nilai-nilai sosial masyarakat di tengah perubahan sosial. Menurunnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan keagamaan akibat meningkatnya tuntutan pekerjaan menjadi tantangan bagi keberlangsungan fungsi sosial Majelis Taklim Al-Ikhlas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Lembaga Sosial Majelis Taklim Al-Ikhlas dalam menjaga nilai sosial masyarakat Kampung Sindang Layung, Desa Cibadak, Kabupaten Cianjur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan penelitian terdiri atas pengurus majelis taklim, ustaz, jamaah, keluarga jamaah, dan tokoh masyarakat yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Analisis penelitian menggunakan teori struktural fungsional Talcott Parsons melalui skema AGIL (Adaptation, Goal Attainment, Integration, dan Latency). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majelis Taklim Al-Ikhlas menjalankan fungsi adaptasi melalui penyesuaian jadwal pengajian, metode pembinaan, dan pendekatan kekeluargaan. Fungsi pencapaian tujuan diwujudkan melalui peningkatan pemahaman keagamaan, pembentukan sikap religius, dan penguatan kepedulian sosial. Fungsi integrasi terlihat melalui terpeliharanya solidaritas, gotong royong, silaturahmi, dan kerja sama antarwarga. Sementara itu, fungsi pemeliharaan pola dilakukan melalui pembiasaan perilaku religius, pembinaan akhlak, dan pewarisan nilai sosial secara berkelanjutan. Dengan demikian, Majelis Taklim Al-Ikhlas tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan Islam nonformal, tetapi juga sebagai lembaga sosial yang berperan dalam menjaga nilai sosial, memperkuat integrasi, dan mempertahankan stabilitas masyarakat di tengah perubahan sosial.