Bandungan is one of the leading tourism areas in Semarang Regency, offering various natural, artificial, and cultural attractions. The large number of tourist destinations often makes it difficult for visitors to determine the most suitable destination based on their preferences. This study aims to develop a Decision Support System (DSS) for selecting tourist attractions in Bandungan using the Analytical Hierarchy Process (AHP) integrated with a Geographic Information System (GIS). AHP is applied to determine the priority weight of each criterion, while GIS is used to visualize the spatial distribution of tourist attractions through digital maps. The study employs six evaluation criteria, namely ticket price, accessibility, facilities, natural beauty, cleanliness, and visitor rating, involving ten tourist destinations as alternatives. The results indicate that natural beauty has the highest priority weight of 0.365685, whereas ticket price has the lowest weight of 0.051548. The consistency test produced a Consistency Ratio (CR) of 0.0118, indicating that the pairwise comparison matrix is consistent. Based on the ranking results, Taman Bunga Celosia Bandungan achieved the highest preference value of 2.637046, making it the most recommended tourist destination. The integration of AHP and GIS provides objective recommendations while enabling users to visualize the geographical location of tourist attractions interactively. ABSTRAK Bandungan merupakan salah satu kawasan wisata unggulan di Kabupaten Semarang yang memiliki beragam destinasi wisata. Banyaknya opsi wisata menyebabkan wisatawan mengalami kesulitan dalam menentukan destinasi yang paling sesuai dengan kebutuhan dan preferensi yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk membangun Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang dapat memberikan rekomendasi objek wisata terbaik di Kecamatan Bandungan dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) yang dipadukan dengan Geographic Information System (GIS). Metode AHP digunakan untuk menentukan bobot prioritas setiap kriteria, sedangkan GIS digunakan untuk menampilkan persebaran lokasi objek wisata secara spasial melalui peta digital. Penelitian menggunakan enam kriteria yaitu harga tiket, aksesibilitas, fasilitas, keindahan alam, kebersihan, dan rating pengunjung dengan sepuluh alternatif objek wisata. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa kriteria keindahan alam menjadi bobot terbesar sebesar 0,365685, sedangkan harga tiket memiliki bobot terkecil sebesar 0,051548. Pengujian konsistensi menghasilkan nilai Consistency Ratio (CR) sebesar 0,0118, sehingga matriks perbandingan dinyatakan konsisten. Berdasarkan hasi rangking, objek wisata Taman Bunga Celosia Bandungan memperoleh nilai preferensi tertinggi sebesar 2,637046, sehingga menjadi rekomendasi sebagai objek wisata terbaik di Kecamatan Bandungan. Integrasi AHP dan GIS mampu membantu wisatawan memperoleh rekomendasi destinasi wisata secara objektif sekaligus menampilkan informasi lokasi secara interaktif.