Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DI SMA NEGERI 2 TANGERANG SELATAN Dina Lestari; Cicih Cicih; Ika Adibah; Alinurdin Alinurdin
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 3 (2026): Inpress Vol. 9 No. 3 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i3.60632

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila, serta dominannya penggunaan metode konvensional yang membuat siswa kurang aktif dalam pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar peserta didik kelas XI SMAN 2 Kota Tangerang Selatan pada mata pelajaran pendidikan pancasila. Penelitian ini menggunakan pendekatan yang menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, melalui tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan kritis berupa soal uraian dan lembar observasi. Hasil penlitian menunjukan bahwa adanya peningkatan signifikan pada kemampuan berpikir kritis siswa pada siklus pertama Nilai pre-test siswa berada pada rentang 78–85, sedangkan pada siklus kedua nilai post-test berada pada rentang 86–95. diketahui bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 80,58 dan mengalami peningkatan pada posttest menjadi 90,11. Peningkatan nilai tersebut menunjukkan bahwa perlakuan atau metode pembelajaran yang diterapkan mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik. Selain itu, hasil uji Paired Sample t-Test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa setelah diberikan perlakuan. Dengan demikian, hipotesis penelitian diterima karena terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest.