Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

AFFECTIVE AND MOTIVATIONAL DIMENSIONS OF VIDEO ANIMATION USE IN INDONESIAN EFL SPEAKING CLASSROOMS Muhammad Rizal Satria Tama; Titah Afandi
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 3 (2026): Inpress Vol. 9 No. 3 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i3.62432

Abstract

Integrasi animasi video digital dalam pengajaran berbicara Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL) masih kurang dieksplorasi dari perspektif kualitatif dan kontekstual, khususnya di sekolah menengah Islam Indonesia. Tujuan: Studi ini mengamati persepsi guru dan siswa tentang penggunaan animasi video dalam pengajaran berbicara EFL dan mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat kontekstual yang membentuk implementasinya di sebuah sekolah menengah pertama Islam di Jawa Timur, Indonesia. Metode: Desain deskriptif kualitatif yang digunakan. Data dikumpulkan dari satu guru Bahasa Inggris dan enam siswa kelas tujuh yang dipilih secara purposif melalui wawancara semi-terstruktur, observasi kelas non-partisipan, dan analisis dokumen. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa (2014). Temuan Utama: Baik guru maupun siswa memiliki persepsi yang sangat positif terhadap animasi video, menemukannya sebagai penunjang motivasi, model fonologis autentik, fasilitator pemahaman kontekstual, dan pengubahan iklim kelas. Faktor pendukung utama adalah motivasi intrinsik siswa yang tinggi, aksesibilitas gratis melalui YouTube, dan pemodelan pengucapan dengan pengisi suara yang autentik. Faktor penghambat utama meliputi ketidaksesuaian kecepatan bicara untuk pembelajar dengan kemampuan yang lebih rendah, pemahaman idiomatik yang spesifik secara budaya, dan infrastruktur audiovisual yang rapuh. Implikasi: Temuan ini memberikan bukti kualitatif bahwa animasi video, ketika didukung secara pedagogis, berfungsi sebagai alat instruksional dua saluran yang efektif yang mampu mengurangi kecemasan berbicara dan mengaktifkan motivasi intrinsik dalam konteks EFL yang spesifik secara budaya dan terbatas sumber daya. Temuan ini mengatasi kesamaan metodologi dengan melengkapi penelitian ukuran efek kuantitatif dengan laporan pengalaman yang berpusat pada partisipan.