Ika Rahmawati
Program Pasca Sarjana Pendidikan Dasar Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Development of a Local Wisdom-Based Guided Inquiry Learning Module to Improve Elementary School Students’ Science Process Skills Ika Rahmawati; Lusiani Dewi Assaat; Nashar Nashar
Jurnal Pendidikan Indonesia Gemilang Vol 6, No 2 (2026)
Publisher : Gemilang Maju Publikasi Ilmiah (GMPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53889/jpig.v6i2.911

Abstract

Studi ini fokus pada pengembangan modul pembelajaran investigasi terbimbing yang mengintegrasikan kearifan lokal Sungai Cibanten dan menguji validitas, kepraktisan, dan efektivitasnya dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa sekolah dasar. Studi ini menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan (RD) dengan model ADDIE, yang terdiri dari tahapan Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Data dikumpulkan melalui analisis, kebutuhan kuesioner, validasi ahli, penilaian pretest-posttest, kuesioner respon siswa, observasi keterampilan proses sains, dan observasi implementasi pembelajaran. Analisis kebutuhan menunjukkan bahwa guru dan siswa membutuhkan materi pembelajaran IPAS yang sistematis, kontekstual, menarik, dan mampu memfasilitasi aktivitas ilmiah siswa. Modul yang dikembangkan membahas polusi lingkungan dengan menggunakan Sungai Cibanten sebagai konteks pembelajaran dan disusun sesuai dengan tahapan penyelidikan terbimbing. Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa modul tersebut sesuai untuk digunakan. Pada percobaan kedua, skor rata-rata pretest meningkat dari 74,53 menjadi 92,13 pada posttest. Skor N-Gain rata-rata adalah 0,7297, dikategorikan tinggi, sedangkan persentase N-Gain adalah 72,9675%, dikategorikan cukup efektif. Observasi terhadap keterampilan proses sains siswa menunjukkan bahwa sebagian besar aspek berada dalam kategori sangat baik, khususnya menghubungkan temuan dengan kearifan lokal (98,33%), melakukan investigasi (97,50%), dan mengumpulkan data (92,50%). Berdasarkan temuan ini, modul pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis kearifan lokal Sungai Cibanten dianggap valid, praktis, dan cukup efektif dalam meningkatkan proses keterampilan siswa sekolah dasar.