Penelitian tentang uslub insya’ thalabi pada film The Kingdom of Solomon karya Shahriar Bahrani merupakan salah satu kajian balaghah, khususnya ilmu ma‘ani, yang mengkaji hubungan antara bentuk tuturan, makna, dan konteks penggunaannya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk uslub insya’ thalabi serta menganalisis makna (dalalah) dan konteks penggunaannya (maqam) dalam dialog berbahasa Arab pada film tersebut berdasarkan perspektif ilmu ma‘ani. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa dialog berbahasa Arab dalam film The Kingdom of Solomon berdurasi sekitar 2 jam 23 menit yang disutradarai oleh Shahriar Bahrani. Sampel penelitian berupa dialog yang mengandung uslub insya’ thalabi dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian adalah peneliti sebagai human instrument yang didukung pedoman klasifikasi dan lembar pencatatan data. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, klasifikasi berdasarkan teori balaghah, interpretasi makna menurut perspektif ilmu ma‘ani, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 50 data uslub insya’ thalabi, yang terdiri atas 28 uslub amr, 11 uslub nahy, 6 uslub nida’, dan 5 uslub istifham, sedangkan uslub tamanni tidak ditemukan. Keempat bentuk tersebut tidak hanya merepresentasikan makna gramatikal, tetapi juga mengandung makna retoris sesuai konteks tuturan, seperti doa, nasihat, ancaman, dan permohonan pada uslub amr, larangan, peringatan, irsyad, dan iltimas pada uslub nahy, penghormatan, pengagungan, dan permohonan pada uslub nida’, serta taqrir, inkar, taubikh, dan ta‘ajjub pada uslub istifham. Temuan ini menunjukkan bahwa uslub insya’ thalabi memiliki fungsi komunikatif dan retoris yang beragam sehingga memperkaya kajian balaghah, khususnya ilmu ma‘ani.