Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Perjanjian The New Start antara Amerika Serikat dengan Rusia (The Treaty of The New Start between United States of America with Russia) Aditya, Tegar; Albayumi, Fuat; Nurhasan, Muhammad
e-Sospol Vol 6 No 1 (2019): The Appointment of Fiction Animated Character as Ambassadors of the United Nation
Publisher : University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/e-sos.v6i1.12185

Abstract

AbstractThe concession on The New Strategic Arms Reduction Treaty (The New START) on April 8th 2010 in Praha denoted a new round in resetting the relationship between The United States of America and Russia. The New START treaty, which is officially named Measures for the Further Reduction and Limitation of Strategic Offensive Arms, is a treaty enacted and backgrounded by the awareness of nuclear weapon danger, which eventually calls for weaponry control between The United States of America and Russia, particularly in the realm of strategic nuclear weapon. The very treaty constitutes the continuation of the former treaty regime, START I treaty and Moscow Treaty (SORT). As such, this treaty aims at two main similar objectives, pertinent to the reduction of strategic nuclear weapon (disarmament) and supervision as well as verification. The New START treaty is expected to be the successor of the former regime. This scientific paper delves into discussing the effectiveness of The New START treaty in supervising and reducing the ownership of strategic nuclear weapon. Data in the present study were obtained from literature study. Obtained data were then analyzed using effectiveness theory of international regime, proposed by Arild Underdal. The research finding corroborated the effectiveness of The New START treaty, as evinced by independent and dependent variables, which were both fulfilled and positive. The regime of The New START treaty can bring The United States of America and Russia together so as to bring down the ownership of strategic nuclear weapon and implement regulations concerning supervision and verification issues as stipulated in the treaty. It even can encourage the other Nuclear Weapon States (NWS) to reduce their armory, apply transparency, and empower NPT regime.Ke y w o r d s i n tern a ti ona l re g ime s t r a te g ic nu cle a r a r m o r y, d i s a r m a me n t, an d t r an sp a r e n c y
Tafsir Qur'an Berbahasa Nusantara (Studi Historis terhadap Tafsir Berbahasa Sunda, Jawa dan Aceh) Edi Komarudin; Muhammad Nurhasan; Ice Sariyati; Ihin Solihin
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 15, No 2 (2018): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v15i2.3821

Abstract

Fenomena penafsiran al-Qur’an di Nusantara telah muncul sejak abad ke-19 M, dengan menggunakan bahasa Jawa dan Bahasa Sunda. Penelitian ini membahas dan menelaah jenis tafsir al-Quran berbahasa Nusantara. Masalah pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana terjadinya proses penerjemahan dan penafsiran al-Quran di nusantara serta bagaimana sejarah tafsir al-Qur’an berbahasa Nusantara? Penelitian ini berjenis kualitatif, penelitian kepustakaan (library research dengan menggunakan metode deskriptif. Sumber data utama ialah kitab-kitab tafsir berbahasa Sunda, Jawa, dan Melayu.  Kerangka proses yang dipergunakan adalah hermeneutika pola Gadamer yang dipolarisasi menjadi: Pra‑Konsepsi, Teks (Konteks) dan Produksi Makna. Adapun hasil penelitiannya adalah: 1) Di Nusantara tafsir al-Quran didominasi oleh masayarakat “Jawa”, disebabkan faktor mendapat barokah guru, politik dan ekonomi, 2) Sejarah penulisan tafsir al-Quran berbahasa Nusantara sangat berkaitan dengan masalah sosial yang dihadapi oleh para penulis tafsir. Pristiwa dan problema sosial menyertai pola penulisan tafsir al-Quran berbahasa Nusantara. 
Tafsir Qur'an Berbahasa Nusantara (Studi Historis terhadap Tafsir Berbahasa Sunda, Jawa dan Aceh) Ice Sariyati; Edi Komarudin; Muhamamd Nurhasan; Ihin Solihin
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 15, No 2 (2018): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v15i2.3677

Abstract

Fenomena penafsiran al-Qur’an di Nusantara telah muncul sejak abad ke-19 M, dengan menggunakan bahasa Jawa dan Bahasa Sunda. Penelitian ini membahas dan menelaah jenis tafsir al-Quran berbahasa Nusantara. Masalah pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana terjadinya proses penerjemahan dan penafsiran al-Quran di nusantara serta bagaimana sejarah tafsir al-Qur’an berbahasa Nusantara? Penelitian ini berjenis kualitatif, penelitian kepustakaan (library research dengan menggunakan metode deskriptif. Sumber data utama ialah kitab-kitab tafsir berbahasa Sunda, Jawa, dan Melayu.  Kerangka proses yang dipergunakan adalah hermeneutika pola Gadamer yang dipolarisasi menjadi: Pra‑Konsepsi, Teks (Konteks) dan Produksi Makna. Adapun hasil penelitiannya adalah: 1) Di Nusantara tafsir al-Quran didominasi oleh masayarakat “Jawa”, disebabkan faktor mendapat barokah guru, politik dan ekonomi, 2) Sejarah penulisan tafsir al-Quran berbahasa Nusantara sangat berkaitan dengan masalah sosial yang dihadapi oleh para penulis tafsir. Pristiwa dan problema sosial menyertai pola penulisan tafsir al-Quran berbahasa Nusantara.
KESELARASAN HURUF AKHIR DALAM KITAB MATAN ZUBAD KARYA SYEKH AHMAD RUSLAN ASY-SYAFI’I Muhammad Taufiq Hidayat; Karman Karman; Muhammad Nurhasan
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v4i2.11560

Abstract

As - Saja’ merupakan suatu kesatuan huruf akhir pada dua fasilah atau susunan kalimatnya baik kalimat awal, tengah dan akhir. Yang dimaksud dengan fasilah bisa termasuk bait, ayat, kalimat atau penggalan kalimat. Dan sajak sajak menentukan pelafalan dan perulangan bunyi yang sama pada awal, tengah dan akhir kalimat yang ditentukan dengan sebuah pola bunyi atau pola persajakan sehingga menimbulkan keindahan dari segi bentuk pelafalannya pada akhir kata huruf akhirnya.Dalam peneletian ini membahas tentang jumlah dan jenis jenis saja’ dan sajak yang terdapat pada sebuah kitab matan zubad yang dikarang oleh ulama mahsyur yaitu syekh ahmad ruslan asy-syafi’i. Dengan menggunakan jenis jenis Saja’ dan sajak yang ditinjau dari segala aspek. Kemudian mengetahui jumlah saja’ dan sajak yang terdapat dalam kitab tersebut. Dengan adanya ilmu saja’ yang ditunjang dengan ilmu sajak pengarang dapat menentukan bunyi dan nada huruf serta keserasian dalam dua fasilah.Metode yang digunakan peneliiti dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan Ilmu Badi, yaitu mendeskripsikan data dengan cara menentukan kalimat akhir yang sesuai dengan Wazannya agar dapat menemukan jenis-jenis Saja’ dan menentukan pola bunyi pada awal, petengahan dan akhir sebuah kalimat atau fashilah agar dapat menentukan jenis – jenis sajak dalam kitab Matan Zubad karya Syekh Ahmad Ruslan Asy-Syafi’i.Hasil penelitian yang terdapat dalam kitab Matan Zubad ini menghasilkan kesimpulan bahwa jenis-jenis Saja’ bila ditinjau berdasarkan fasilahnya terdapat 3 jenis Saja’ diantaranya Saja’ Muthorrof, Murashsha dan Mutawadzi dan jumlah sajak bila diinjau berdasarkan jenisnya terdapat 4 jenis diantaranya sajak awal, tengah, akhir dan sajak  merata. Jumlah Saja’ dalam kitab ini adalah 45 dan jumlah sajak adalah 47 dari total keseluruhan data fasilah yang peneliti teliti sebanyak 48 bait.
KETIDAKPADANAN DIKSI TERJEMAHAN ACHMAD SUNARTO DALAM BUKU TERJEMAH TA’LIM MUTA’ALIM Muhammad Ibnu Pamungkas; Izzuddin Musthafa; Muhammad Nurhasan
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v2i1.6471

Abstract

Ta’lim Muta’alim is Syaikh al-Zarnūjī’s opus that consists of norms, ethics, and rules for gaining knowledge based on Islamic teachings. Thus, claimants of science could reach their goals to obtain it. This book was translated by Achmad Sunarto into Indonesian language and published by Husaini Publisher in Bandung. After reading it totally, researcher found mistakes in translation, especially mistakes in words selection (diction) in translation. And after analyzed it, researcher formulate the mistakes into 4 parts, (1) translation that is the result of direct transliteration from SL without considering its compability in TL, (2) existence of information loss and gain that effects the translation itself and makes it unsuitable, (3) choosing a word which is not suit with the meaning reference from the source text, (4) translation is unacceptable in TL because it is translated literally.
Nasihat Syeikh Muhammad Syakir dalam Kitab Washoya Al- Abâ Lil Abnâ Hikmah Nafarozah; Akmaliyah Akmaliyah; Muhammad Nurhasan; Karman Karman
Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : UIN Sunan Gunung Dajti Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/azzahra.v2i2.9527

Abstract

Kitab Washoya al-abâ li al abnâ merupakan kitab klasik yang sampai sekarang masih digunakan di beberapa pesantren salaf sebagai media pembelajaran akhlak. Kitab Washoya berisi nasihat-nasihat dalam kehidupan sehari-hari yang diperuntukan bagi para pelajar. Setiap Nasihat yang disampaikan Muhammad Syakir memiliki teks yang menjadi referensi dalam penulisan kitab ini. Dengan demikian, teks-teks yang berkaitan dengan teks nasihat tersebut bersumber dari alquran, hadits, ataupun teks-teks dari kitab akhlak yang lain. Untuk mencari teks-teks yang memiliki keterkaitan dengan teks nasihat tersebut peneliti menggunakan Teori Semiotika Intertekstual Julia Kristeva. Dalam Intertekstual Julia Kristeva, Setiap teks lahir tidak berdiri sendiri, ia memiliki keterkaitan dengan teks lain yang menjadi referensinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui teks-teks  yang berkiatan dengan nasihat yang disampaikan Muhammad Syakir dalam kitab Washoya al-abâ li al abnâ. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif.
SUNTINGAN TEKS NASKAH KITAB AL-FUTUHATU AL-MANTIQIYYAH Saskia Ainiyah Qotrunnada; Dedi Supriadi; Muhammad Nurhasan
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 5, No 1 (2022): -
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v5i1.15404

Abstract

Naskah Al Futuhatu Al-Mantiqiyyah ditulis oleh Musa bin Ibrahim, naskah ini termasuk dalam satu dari sekian banyaknya warisan penulis-penulis terdahulu yang mesti kita jaga dan lestarikan. Dengan hal tersebut maka hasil karya cipta mereka dapat dikenali oleh masyarakat saat ini dan tidak akan hilang tergusur oleh jaman. Sebuah naskah kuno tidak luput dari kekurangan dan kesalahan tulisan, begitupun naskah Al Futuhat Al-Mantiqiyyah ini. Didalamnya terdapat beberapa kekurangan dan kesalahan yang ditemukan diantaranya yaitu tidak ada penomoran pada halaman, tidak ada tanda baca ataupun paragraf, serta ditemukan beberapa kesalahan-kesalahan tulis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode filologi dengan menggunakan Edisi standar. Hasil dari penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut: 1) Naskah Al Futuhat Al-Mantiqiyyah merupakan koleksi naskah dari Perpustakaan Nasional bernomor katalog 609392, terdiri atas 40 pembahasan dalam 36 halaman, ukuran naskah yaitu 20 x 15 cm, berbahasa arab, dengan jenis tulisan berupa khat naskhi, kondisi naskah cukup baik meski banyak teks yang sudah pudar, naskah selesai ditulis pada bulan Jumadil Awal, pada malam Senin, tepatnya di waktu sepertiga malam di tahun 1075 H/ 1664 M. 2) Terdapat beberapa kesalahan tulis dalam naskah, yang diantaranya yaitu terdapat 49 penggantian, 11 penambahan, 21 perubahan, 4 pengurangan, dan 1 penghilangan. Yang mana kesalahan tulis tersebut didominasi oleh penggantian (Substitution). 3) Teks naskah ini berisikan ilmu mantiq yang mana Syekh Ibrahim Musa menjelaskan secara singkat tentang pengantar ilmu mantiq yang ia tulis dalam 40 pembahasan.
RAGAM TUTURAN PADA NOVELET QINDIL UMMU HASYIM (KAJIAN PRAGMATIK) Iis Rahmawati; Karman Karman; Muhammad Nurhasan
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v5i2.15395

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis tindak tutur ilokusi dan fungsi-fungsinya yang digunakan pada novelet Qindil Ummu Hasyim Karya Yahya Haqqi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik, dengan kajian ilmu pragmatik. Data penelitian berupa tuturan-tuturan yang disampaikan para tokoh dalam novelet tersebut. Teknik pengumpulan data dengan teknik kepustakaan, simak dan catat. Hasil penelitian pun didapatkan dengan metode padan ekstraingual, hingga akhirnya dapat disimpulkan sebagai berikut 1). Lima jenis ilokusi, yakni Direktif, Asertif, Deklaratif, Komisif dan Ekspresif dengan didominasi oleh kalimat berita dibandingkan kalimat imperatif dan introgatif. 2). Fungsi pragmatis dari setiap jenis tindak tutur yakni: Asertif: memberitahukan, dan membanggakan; Direktif: memerintah, meminta, dan melarang; Komisif: berjanji dan menyanggupi; Ekspresif: kecewa, dan menyesal; Deklaratif: Mengucilkan, memutuskan dan memvonis. Pada fungsi-fungsi pragmatis tersebut umumnya merupakan kalimat langsung dengan fungsi menyatakan karena objeknya yang berupa novelet dan yang dibahas tentu menyinggung kehidupan tokoh Ismail yang berpengaruh kepada khalayak umum.
The Story of Prophet Yunus (PBUH) in the Qur’an: A Narrative Analysis Using Greimas’s Actantial and Functional Models Nurahman Majid; Rohanda Rohanda; Muhammad Nurhasan
Gunung Djati Conference Series Vol. 55 No. 1 (2025): International Conference on Language Learning and Literature (ICL3)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the narrative structure of the story of Prophet Yunus (AS) in the Qur’an using A.J. Greimas’s structural semiotic approach, particularly the actantial and functional models. Employing a qualitative-descriptive method, this research analyzes selected verses from Surah As-Saffat (139–148), Al-Anbiya (87–88), and Al-Qalam (48–50) as primary data sources. Data were collected through close reading and literature study, and interpreted through the identification of actantial elements such as subject, object, helper, and opponent, as well as narrative phases including initial situation, transformation, and final situation. The findings reveal that the story of Prophet Yunus is not only rich in theological meaning but also conveys symbolic depth and emotional dynamics, arranged in a systematic narrative structure. Greimas’s actantial schema highlights the functional relationships between narrative roles, while the functional schema traces the transformation of the protagonist from spiritual crisis to redemption and renewed mission. This study affirms that the Qur’anic narrative of Prophet Yunus is intentionally structured and spiritually meaningful, offering insights into the interplay between narrative form and religious content. The results contribute to Qur’anic literary studies by demonstrating how semiotic analysis can uncover layers of meaning that connect linguistic structure with moral and spiritual messages.
An Analysis of Rhyme and Rhythm Shifts and Thematic Elements in the Qasidah Faidhotul Man Min Rohmati Wahhabil Manan by Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz A Study in ʿArūḍ and Qawāfī Makbul Patmanegara; Akmaliyah Akmaliyah; Muhammad Nurhasan; Mohammad Rosyid Ridho
ELS Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities Vol. 8 No. 2 (2025): JUNE
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34050/els-jish.v8i2.45231

Abstract

This study aims to analyze the changes in rhyme and rhythm as well as the thematic content of the qaṣīdah Faidhotul Man Min Rohmati Wahhabil Manan composed by Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz, using the approach of ʿarūḍ (Arabic prosody) and qawāfī (rhyme theory). The qaṣīdah, as a form of classical Arabic poetry, features a distinctive metrical and rhyming structure that serves not only as an aesthetic element but also as a medium for conveying spiritual and religious messages. The research method employed is descriptive qualitative, using textual analysis techniques from Arabic literary studies. The analysis reveals that this qaṣīdah demonstrates variations in rhythm (wazn) and rhyme (qāfiyah) patterns while maintaining semantic coherence and the musical integrity of the poem. In terms of theme, the qaṣīdah contains praise for the Prophet Muhammad (peace be upon him), affirmation of divine mercy, and expressions of spiritual longing and submission to Allah.