Reno Candra Sangaji
Universitas Gunung Kidul

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Manajemen SDM Inovatif dan Kinerja Pekerja Gig: Peran Mediasi Work Engagement dan Moderasi Pelemahan Algorithmic Management Tomi Agus Triono; Sugiyanto Sugiyanto; Reno Candra Sangaji
Journal of Economic, Management, Accounting and Technology (JEMATech) Vol 9 No 2 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32500/jematech.v9i2.11343

Abstract

Digitalisasi yang masif mendorong dominasi ekonomi gig di pasar kerja informal Indonesia, yang memicu paradoks antara fleksibilitas waktu dan kerentanan perlindungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh praktik Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) inovatif terhadap kinerja pekerja gig, dengan menguji peran mediasi work engagement dan peran moderasi algorithmic management. Menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori, data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dari 150 responden pengemudi transportasi daring di Yogyakarta. Analisis data menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dibantu perangkat lunak SmartPLS 4.  Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa praktik Manajemen SDM inovatif (pelatihan digital dan insentif transparan) berpengaruh positif signifikan terhadap work engagement ( = 0.458, p = 0.000) dan kinerja pekerja (  = 0.769, p = 0.002). Selanjutnya, work engagement terbukti memediasi hubungan antara Manajemen SDM inovatif dan kinerja secara parsial (  = 0.173, p = 0.002). Temuan krusial dan kebaruan dalam penelitian ini membuktikan bahwa algorithmic management memiliki efek moderasi negatif yang signifikan (  = -0.127, p = 0.016). Kontrol digital yang terlampau ketat dan kaku justru memperlemah dampak positif dari inisiatif MSDM inovatif terhadap kinerja. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya penyusunan etika algoritma yang humanis dan regulasi inklusif guna menjaga keberlanjutan ekosistem kerja digital dan kesejahteraan pekerja.