Enda Rejekinta Karina Br Pa
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Tingkat Intensitas Aktivitas Fisik dengan Kemampuan Gerak Manipulatif Anak Usia 5-6 Tahun di TK Amal Shaleh Medan Enda Rejekinta Karina Br Pa; Rizki Ramadhani
Journal Sport Science Indonesia Vol 5 No 4 (2026): Journal of Sport Science Indonesia
Publisher : Pendidikan Kepelatihan Olahraga FKIP Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jassi.5.4.83-97

Abstract

Aktivitas fisik merupakan bagian dari pola keseharian anak yang diduga memiliki keterkaitan dengan pencapaian kemampuan gerak manipulatif mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara tingkat intensitas aktivitas fisik dengan kemampuan gerak manipulatif anak usia 5-6 tahun di TK Amal Shaleh Medan. Penelitian kuantitatif korelasional berdesain cross-sectional ini melibatkan populasi 22 anak Kelompok B melalui teknik total sampling. Pengumpulan data tingkat intensitas aktivitas fisik dilaksanakan melalui observasi rekaman video menggunakan modifikasi instrumen OSRAC-P yang direkam dengan tiga unit gawai (dua merekam kegiatan, satu pengatur waktu). Kemampuan gerak manipulatif diukur secara spesifik melalui tes unjuk kerja instrumen TGMD-2. Analisis data dilakukan melalui pengujian hipotesis dengan uji statistik korelasi Pearson Product Moment. Hasil analisis memperoleh koefisien korelasi sebesar 0,419 dengan nilai signifikansi 0,052 (> 0,05). Hasil tersebut membuktikan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat intensitas aktivitas fisik dengan kemampuan gerak manipulatif anak. Ketiadaan korelasi ini sejalan dengan temuan observasi di lapangan, di mana tingkat intensitas aktivitas fisik mayoritas anak (77,27%) terpusat pada kategori rendah. Rutinitas pergerakan anak saat bermain bebas didominasi oleh pergerakan anggota tubuh di fasilitas bermain permanen tanpa adanya interaksi langsung dengan objek bermain, sehingga capaian teknik gerak manipulatif mereka belum maksimal sesuai kriteria baku instrumen penilaian.