Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Polisemi dan Ambiguitas dalam Puisi “Susu Kayu” Karya Mashdar Zainal: Polysemy and Ambiguity in Mashdar Zainal’s Poem “Susu Kayu” Nessa Aristia; Anggun Junia Ervina; Dedi Febrianto; Fadhilatul Aliyah; Jessica Dwi Astuty; Olivina Putri Noveni
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2942

Abstract

Penelitian ini mengkaji polisemi dan ambiguitas dalam puisi Susu Kayu karya Mashdar Zainal melalui pendekatan semantik leksikal. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kekayaan puisi kontemporer Indonesia yang kerap memanfaatkan makna ganda, diksi simbolik, dan keterbukaan tafsir untuk membangun kedalaman estetis serta tematis. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk polisemi dan ambiguitas dalam puisi serta menjelaskan fungsinya dalam pembentukan makna puitik. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data berupa kata, frasa, dan larik yang mengandung kegandaan makna serta rujukan yang taksa. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, kemudian dianalisis melalui identifikasi, klasifikasi, interpretasi leksikal, interpretasi kontekstual, dan triangulasi teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa polisemi dan ambiguitas bergerak dari citraan tubuh ibu menuju citraan ekologis dan kosmologis. Kegandaan makna tersebut membangun kritik terhadap relasi manusia dan alam. Implikasinya, semantik leksikal dapat mengungkap kedalaman estetis, ekologis, dan interpretatif puisi kontemporer.
REPRESENTASI TRAUMA PSIKOLOGIS DALAM ALBUM LAGU NADIN AMIZAH: KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA Indah Sulmayanti; Hesti Novita Sari; Ismawati Ismawati; Jeni Nilawati; Jessica Dwi Astuty; Diza Ramadani
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i3.12310

Abstract

This study aims to examine the representation of psychological trauma in the song lyrics of Nadin Amizah through a literary psychology perspective. The research is motivated by the presence of numerous lyrics in Nadin Amizah's songs that express emotional experiences such as inner wounds, loss, loneliness, and psychological conflicts through poetic and meaningful language. This study employs a qualitative method with a descriptive approach to provide an in-depth analysis of the forms of psychological trauma represented in the lyrics. The research data consist of words, phrases, and sentences found in the songs Bertaut, Rumpang, Sorai, Paman Tua, and Seperti Tulang that indicate the presence of psychological trauma. Data were collected using observation and note-taking techniques, while the data analysis was conducted through a literary psychology approach. This approach enabled the researcher to explore the relationship between the literary elements of the lyrics and the psychological conditions they represent. The findings reveal that Nadin Amizah's song lyrics portray various forms of psychological trauma, including existential trauma, trauma caused by loss, emotional loneliness, social alienation, life pressures, inner conflicts, and prolonged trauma. These forms of trauma are represented through expressive diction, metaphorical language, and profound emotional expressions. In addition to depicting psychological suffering, the lyrics also illustrate processes of self-acceptance, the need for affection and emotional support, and efforts toward psychological healing. Therefore, this study confirms that song lyrics function not only as artistic and entertainment media but also as a means of representing human psychological experiences enriched with deep emotional meaning and literary value. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi trauma psikologis yang terdapat dalam lirik lagu karya Nadin Amizah melalui perspektif psikologi sastra. Kajian ini didasarkan pada fenomena banyaknya lirik lagu Nadin Amizah yang mengekspresikan berbagai pengalaman emosional, seperti luka batin, kehilangan, kesendirian, serta konflik psikologis yang disampaikan melalui bahasa yang puitis dan sarat makna. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk menggambarkan secara mendalam bentuk-bentuk trauma psikologis yang muncul dalam lirik lagu. Data penelitian berupa kata, frasa, dan kalimat yang terdapat dalam lagu Bertaut, Rumpang, Sorai, Paman Tua, dan Seperti Tulang yang menunjukkan indikasi trauma psikologis. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak dan catat, sedangkan proses analisis data menggunakan pendekatan psikologi sastra sebagai landasan interpretasi. Melalui pendekatan tersebut, peneliti berupaya memahami keterkaitan antara unsur sastra dalam lirik lagu dengan kondisi psikologis yang direpresentasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu karya Nadin Amizah memuat beragam bentuk trauma psikologis, di antaranya trauma eksistensial, trauma akibat kehilangan, kesepian emosional, keterasingan sosial, tekanan hidup, konflik batin, serta trauma yang berlangsung dalam jangka waktu panjang. Berbagai bentuk trauma tersebut direpresentasikan melalui pemilihan diksi yang ekspresif, penggunaan metafora, serta ungkapan emosional yang mendalam. Selain menampilkan pengalaman penderitaan psikologis, lirik-lirik tersebut juga menggambarkan proses penerimaan diri, kebutuhan akan kasih sayang dan dukungan emosional, serta upaya individu dalam mencapai pemulihan psikologis. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan bahwa lirik lagu tidak hanya berfungsi sebagai karya seni dan media hiburan, tetapi juga sebagai sarana representasi pengalaman psikologis manusia yang kaya akan makna emosional dan nilai sastra.