Implementasi sistem evaluasi sangat penting dilakukan dalam meningkatkan pelayanan klinik. Implementasi sistem evaluasi dalam penerapannya sebagai proses penerapan mekanisme penilaian terstruktur evaluasi 360° yang meliputi penetapan standar, pengumpulan umpan balik, serta tindak lanjut pengembangan. Evaluasi kinerja yang efektif berpengaruh terhadap produktivitas kerja. Evaluasi kinerja yang efektif dapat meningkatan jumlah kunjungan pasien, Penurunan tingkat ketidakhadiran pegawai, dan Kecepatan layanan yang lebih tinggi yang memaksimalkan waktu kerja, sehingga terjadi peningkatan produktivitas pegawai. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan implementasi sistem evaluasi, mengukur produktivitas sebelum dan sesudah penerapan, serta mengidentifikasi hambatan dan upaya perbaikannya. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif studi kasus dengan pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, kuesioner, dan studi dokumen pada seluruh pegawai klinik (n=25) serta analisis data mengikuti model Miles & Huberman (reduksi, display, verifikasi). Hasil menunjukkan bahwa penerapan evaluasi 360° berdampak pada peningkatan produktivitas (rata-rata bulanan pada 2025 >60%), penurunan ketidakhadiran, peningkatan jumlah pasien dilayani; namun efektivitas belum merata karena kendala teknis, dan insentif. Kesimpulannya, sistem evaluasi meningkatkan produktivitas bila didukung sosialisasi, pelatihan teknis, penguatan reward/punishment, dan optimalisasi infrastruktur IT.