Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Sistem Pengembangan SDM Kesehatan di RS Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak Ni Putu Selly Octaviani Wahyudi; Rohendi; Rian Andriani
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.6287

Abstract

Dalam memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal maka, perlu mengetahui permasalahan pengembangan sumber daya manusia (SDM) terutama kualitas SDM Kesehatan di Rs Bhayangkara Anton Soedjarwo, sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam menyusun kebijakan maupun program selanjutnya, meningkatkan kualitas pelayanan dan meningkatkan angka kunjungan pasien. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui implementasi pengembangan SDM meliputi pendayahgunaan, pembinaan SDM, selain itu mengetahui kendala dan upaya mengatasi kendala tersebut. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam (indepth interview) dengan 11 informan penelitian. Analisis data melalui tahapan reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Implementasi sistem pengembangan SDM Kesehatan dalam topik pengadaan pendidikan masih terbatas dan belum merata. Pendayagunaan SDM Kesehatan belum optimal karena tidak ada jadwal rotasi secara periodik dan belum menggunakan penilaian kinerja untuk promosi jabatan. Terdapat 3 kendala dalam implementasi pengembangan SDM Kesehatan meliputi kurangnya motivasi, keterbatasan dana dan komunikasi belum optimal. Upaya untuk meningkatkan motivasi dengan memberikan kenaikan insentif, mengatasi kurangnya anggaran dana pelatihan dengan pengajuan kepada Srena Polri dan Dana Badan Layanan Umum (BLU) rumah sakit serta menerapkan metode komunikasi efektif untuk memaksimalkan koordinasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah implementasi pengembangan SDM kesehatan di Rs Bhyangkara Anton Soedjarwo belum maksimal. Peneliti memberi saran bahwa manajemen rumah sakit diharapkan dapat menata kembali sistem pengembangan SDM kesehatan pada periode berikutnya untuk meningkatkan kualitas SDM kesehatan dan pelayanan kesehatan yang optimal dimasa yang akan datang.
IMPLEMENTASI SISTEM EVALUASI KINERJA DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PEGAWAI DI KLINIK PRATAMA ADHYAKSA KEJAKSAAN TINGGI SUMATERA UTARA Yuris Fiandry Saragih; Rohendi; Yani Restiani Widjaja
Journal of Social and Economics Research Vol 8 No 1 (2026): JSER, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v8i1.1589

Abstract

Implementasi sistem evaluasi sangat penting dilakukan dalam meningkatkan pelayanan klinik. Implementasi sistem evaluasi dalam penerapannya sebagai proses penerapan mekanisme penilaian terstruktur evaluasi 360° yang meliputi penetapan standar, pengumpulan umpan balik, serta tindak lanjut pengembangan. Evaluasi kinerja yang efektif berpengaruh terhadap produktivitas kerja. Evaluasi kinerja yang efektif dapat meningkatan jumlah kunjungan pasien, Penurunan tingkat ketidakhadiran pegawai, dan Kecepatan layanan yang lebih tinggi yang memaksimalkan waktu kerja, sehingga terjadi peningkatan produktivitas pegawai. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan implementasi sistem evaluasi, mengukur produktivitas sebelum dan sesudah penerapan, serta mengidentifikasi hambatan dan upaya perbaikannya. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif studi kasus dengan pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, kuesioner, dan studi dokumen pada seluruh pegawai klinik (n=25) serta analisis data mengikuti model Miles & Huberman (reduksi, display, verifikasi). Hasil menunjukkan bahwa penerapan evaluasi 360° berdampak pada peningkatan produktivitas (rata-rata bulanan pada 2025 >60%), penurunan ketidakhadiran, peningkatan jumlah pasien dilayani; namun efektivitas belum merata karena kendala teknis, dan insentif. Kesimpulannya, sistem evaluasi meningkatkan produktivitas bila didukung sosialisasi, pelatihan teknis, penguatan reward/punishment, dan optimalisasi infrastruktur IT.