Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HETEROGENITAS JALUR TRANSMISI BI7DRR TERHADAP INFLASI DI INDONESIA: ANALISIS LAG DAN KONTRIBUSI JALUR EKSPEKTASI HARGA PENJUAL, NILAI TUKAR, HARGA ASET, DAN KREDIT Hammam Muhammad; Hilmy Muhammad; Jerry Heikal
Journal of Social and Economics Research Vol 8 No 1 (2026): JSER, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v8i1.1621

Abstract

Penelitian ini menganalisis heterogenitas jalur transmisi policy rate Bank Indonesia terhadap inflasi di Indonesia periode 2010–2025 melalui empat jalur, yaitu ekspektasi harga penjual (Indeks Ekspektasi Harga/IEH), nilai tukar, harga aset (IHSG), dan kredit modal kerja. Penelitian menggunakan data bulanan sebanyak 192 observasi dengan metode Local Projection Impulse Response Function (LP-IRF), Structural Vector Autoregression Forecast Error Variance Decomposition (SVAR-FEVD), analisis heterogenitas berdasarkan rezim inflasi, serta uji ketahanan model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh jalur transmisi memberikan respons inflasi yang signifikan, tetapi dengan kecepatan dan kekuatan yang berbeda. Berdasarkan respons awal, jalur nilai tukar bekerja paling cepat, diikuti harga aset, ekspektasi harga penjual, dan kredit modal kerja. Berdasarkan respons puncak, harga aset memberikan pengaruh paling cepat, diikuti ekspektasi harga penjual, kredit modal kerja, dan nilai tukar. Hasil SVAR-FEVD menunjukkan kontribusi own shock inflasi menurun seiring waktu, sementara kontribusi terbesar terhadap variasi inflasi berasal dari ekspektasi harga penjual, diikuti harga aset, nilai tukar, dan kredit modal kerja. Analisis berdasarkan rezim inflasi menunjukkan bahwa transmisi kebijakan moneter lebih kuat pada kondisi inflasi tinggi. Jalur ekspektasi harga penjual hanya signifikan pada rezim inflasi tinggi, sedangkan nilai tukar, harga aset, dan kredit memberikan respons yang lebih besar dibandingkan rezim inflasi rendah. Uji ketahanan mengonfirmasi konsistensi hasil, sehingga efektivitas kebijakan moneter perlu dievaluasi berdasarkan horizon waktu, kontribusi masing-masing jalur, dan kondisi inflasi.
ANALISIS PENGARUH LEVERAGE, LIKUIDITAS, PROFITABILITAS, DAN FIRM SIZE TERHADAP NILAI PERUSAHAAN, DENGAN EFISIENSI PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA PERUSAHAAN SEKTOR ENERGI DI BURSA EFEK INDONESIA Hilmy Muhammad; Hammam Muhammad; Jerry Heikal
Journal of Social and Economics Research Vol 8 No 1 (2026): JSER, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v8i1.1622

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh leverage, likuiditas, profitabilitas, dan firm size terhadap nilai perusahaan (PBV) dengan efisiensi perusahaan sebagai variabel mediasi pada emiten sektor energi di Bursa Efek Indonesia periode 2019–2024. Efisiensi perusahaan diukur menggunakan Asset Turnover Ratio (ATO), Receivable Turnover Ratio (RTO), dan Operating Expense Ratio (OER). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji pengaruh langsung dan tidak langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa delapan dari sebelas hipotesis didukung. Profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap efisiensi dan nilai perusahaan, baik secara langsung maupun melalui mediasi parsial efisiensi. Leverage juga berpengaruh positif signifikan terhadap efisiensi dan nilai perusahaan, tetapi tidak dimediasi oleh efisiensi. Likuiditas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan secara langsung, namun tidak melalui efisiensi. Sebaliknya, firm size berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan, mengindikasikan adanya fenomena size discount. Efisiensi perusahaan sendiri terbukti meningkatkan nilai perusahaan secara signifikan. Temuan ini mendukung Resource-Based View dan Trade-Off Theory, serta memperluas Signaling Theory melalui mediasi parsial pada hubungan profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Secara praktis, hasil penelitian menegaskan pentingnya peningkatan efisiensi operasional, profitabilitas, dan pengelolaan struktur modal yang optimal sebagai strategi utama untuk meningkatkan nilai perusahaan pada sektor energi.
HETEROGENITAS JALUR TRANSMISI BI7DRR TERHADAP INFLASI DI INDONESIA: ANALISIS LAG DAN KONTRIBUSI JALUR EKSPEKTASI HARGA PENJUAL, NILAI TUKAR, HARGA ASET, DAN KREDIT Hammam Muhammad; Hilmy Muhammad; Jerry Heikal
Journal of Social and Economics Research Vol 8 No 1 (2026): JSER, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v8i1.1621

Abstract

Penelitian ini menganalisis heterogenitas jalur transmisi policy rate Bank Indonesia terhadap inflasi di Indonesia periode 2010–2025 melalui empat jalur, yaitu ekspektasi harga penjual (Indeks Ekspektasi Harga/IEH), nilai tukar, harga aset (IHSG), dan kredit modal kerja. Penelitian menggunakan data bulanan sebanyak 192 observasi dengan metode Local Projection Impulse Response Function (LP-IRF), Structural Vector Autoregression Forecast Error Variance Decomposition (SVAR-FEVD), analisis heterogenitas berdasarkan rezim inflasi, serta uji ketahanan model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh jalur transmisi memberikan respons inflasi yang signifikan, tetapi dengan kecepatan dan kekuatan yang berbeda. Berdasarkan respons awal, jalur nilai tukar bekerja paling cepat, diikuti harga aset, ekspektasi harga penjual, dan kredit modal kerja. Berdasarkan respons puncak, harga aset memberikan pengaruh paling cepat, diikuti ekspektasi harga penjual, kredit modal kerja, dan nilai tukar. Hasil SVAR-FEVD menunjukkan kontribusi own shock inflasi menurun seiring waktu, sementara kontribusi terbesar terhadap variasi inflasi berasal dari ekspektasi harga penjual, diikuti harga aset, nilai tukar, dan kredit modal kerja. Analisis berdasarkan rezim inflasi menunjukkan bahwa transmisi kebijakan moneter lebih kuat pada kondisi inflasi tinggi. Jalur ekspektasi harga penjual hanya signifikan pada rezim inflasi tinggi, sedangkan nilai tukar, harga aset, dan kredit memberikan respons yang lebih besar dibandingkan rezim inflasi rendah. Uji ketahanan mengonfirmasi konsistensi hasil, sehingga efektivitas kebijakan moneter perlu dievaluasi berdasarkan horizon waktu, kontribusi masing-masing jalur, dan kondisi inflasi.
ANALISIS PENGARUH LEVERAGE, LIKUIDITAS, PROFITABILITAS, DAN FIRM SIZE TERHADAP NILAI PERUSAHAAN, DENGAN EFISIENSI PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA PERUSAHAAN SEKTOR ENERGI DI BURSA EFEK INDONESIA Hilmy Muhammad; Hammam Muhammad; Jerry Heikal
Journal of Social and Economics Research Vol 8 No 1 (2026): JSER, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v8i1.1622

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh leverage, likuiditas, profitabilitas, dan firm size terhadap nilai perusahaan (PBV) dengan efisiensi perusahaan sebagai variabel mediasi pada emiten sektor energi di Bursa Efek Indonesia periode 2019–2024. Efisiensi perusahaan diukur menggunakan Asset Turnover Ratio (ATO), Receivable Turnover Ratio (RTO), dan Operating Expense Ratio (OER). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji pengaruh langsung dan tidak langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa delapan dari sebelas hipotesis didukung. Profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap efisiensi dan nilai perusahaan, baik secara langsung maupun melalui mediasi parsial efisiensi. Leverage juga berpengaruh positif signifikan terhadap efisiensi dan nilai perusahaan, tetapi tidak dimediasi oleh efisiensi. Likuiditas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan secara langsung, namun tidak melalui efisiensi. Sebaliknya, firm size berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan, mengindikasikan adanya fenomena size discount. Efisiensi perusahaan sendiri terbukti meningkatkan nilai perusahaan secara signifikan. Temuan ini mendukung Resource-Based View dan Trade-Off Theory, serta memperluas Signaling Theory melalui mediasi parsial pada hubungan profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Secara praktis, hasil penelitian menegaskan pentingnya peningkatan efisiensi operasional, profitabilitas, dan pengelolaan struktur modal yang optimal sebagai strategi utama untuk meningkatkan nilai perusahaan pada sektor energi.