p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Keadilan Keadilan ILJS
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS SIYASAH TANFIDZIYAH TERHADAP KEBIJAKAN PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS PADA MASA PEMERINTAHAN PRABOWO-GIBRAN Azka Rahman Panegara merda faradiba; Maimun; Olivia Rizka Vinanda
Keadilan : Jurnal Fakultas Hukum Universitas Tulang Bawang Vol 24 No 3 (2026): Keadilan
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/xsherc12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan Program Makan Bergizi Gratis serta menganalisis kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip Siyāsah Tanfīdziyyah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif (library research) dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Data penelitian diperoleh melalui studi kepustakaan yang meliputi peraturan perundang-undangan, dokumen kebijakan pemerintah, buku, jurnal ilmiah, serta literatur yang relevan dengan tema penelitian. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menghubungkan implementasi program dengan konsep-konsep Siyāsah Tanfīdziyyah dan maqāṣid al-syarī‘ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan bentuk pelaksanaan fungsi pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ditinjau dari perspektif Siyāsah Tanfīdziyyah, kebijakan tersebut telah mencerminkan prinsip amanah, keadilan, maslahah, akuntabilitas, dan pelayanan publik. Selain itu, program ini juga sejalan dengan tujuan maqāṣid al-syarī‘ah, khususnya dalam menjaga jiwa (hifẓ al-nafs), menjaga akal (hifẓ al-'aql), dan menjaga keturunan (hifẓ al-nasl). Namun demikian, efektivitas pelaksanaannya masih memerlukan penguatan dalam aspek pemerataan distribusi, pengawasan anggaran, serta keberlanjutan program agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh lapisan Masyarakat. Kata Kunci: Siyāsah Tanfīdziyyah, Program Makan Bergizi Gratis, Kebijakan Publik, Kesejahteraan Masyarakat, Maqāṣid al-Syarī‘ah.
ANALISIS SIYASAH TANFIDZIYAH TERHADAP KEBIJAKAN PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS PADA MASA PEMERINTAHAN PRABOWO-GIBRAN Azka Rahman Panegara merda faradiba; Maimun; Olivia Rizka Vinanda
Keadilan : Jurnal Fakultas Hukum Universitas Tulang Bawang Vol 24 No 3 (2026): Keadilan
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/xsherc12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan Program Makan Bergizi Gratis serta menganalisis kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip Siyāsah Tanfīdziyyah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif (library research) dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Data penelitian diperoleh melalui studi kepustakaan yang meliputi peraturan perundang-undangan, dokumen kebijakan pemerintah, buku, jurnal ilmiah, serta literatur yang relevan dengan tema penelitian. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menghubungkan implementasi program dengan konsep-konsep Siyāsah Tanfīdziyyah dan maqāṣid al-syarī‘ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan bentuk pelaksanaan fungsi pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ditinjau dari perspektif Siyāsah Tanfīdziyyah, kebijakan tersebut telah mencerminkan prinsip amanah, keadilan, maslahah, akuntabilitas, dan pelayanan publik. Selain itu, program ini juga sejalan dengan tujuan maqāṣid al-syarī‘ah, khususnya dalam menjaga jiwa (hifẓ al-nafs), menjaga akal (hifẓ al-'aql), dan menjaga keturunan (hifẓ al-nasl). Namun demikian, efektivitas pelaksanaannya masih memerlukan penguatan dalam aspek pemerataan distribusi, pengawasan anggaran, serta keberlanjutan program agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh lapisan Masyarakat. Kata Kunci: Siyāsah Tanfīdziyyah, Program Makan Bergizi Gratis, Kebijakan Publik, Kesejahteraan Masyarakat, Maqāṣid al-Syarī‘ah.
Implementasi Pasal 15 Peraturan Daerah Kota Bandar Lampung Nomor 11 Tahun 2023 tentang Pengembangan Budaya Literasi dalam Meningkatkan Literasi Anak Perspektif Siyasah Tanfidziyyah Astrit Anisa Bela; Maimun; Dani Amran Hakim
Bahasa Indonesia Vol 11 No 2 (2026): Islamic Law: Jurnal Siyasah September 2026
Publisher : Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/iljs.v11i2.2825

Abstract

The low level of children's literacy remains a major challenge in improving the quality of education in Bandar Lampung City. To address this issue, the Bandar Lampung City Government enacted Regional Regulation Number 11 of 2023 concerning the Development of Literacy Culture, particularly Article 15, which regulates literacy development through the provision of information and knowledge services, the development of literacy dimensions, and the improvement of quality of life through knowledge, skills, and attitudes. This study aims to analyze the implementation of Article 15 of Bandar Lampung City Regional Regulation Number 11 of 2023 in improving children's literacy and to examine it from the perspective of Siyasah Tanfidziyyah. This research employed a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through observations, interviews, and documentation and analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña model, including data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the implementation of Article 15 has been carried out through strengthening school libraries, providing reading corners, establishing reading habits before classroom learning, implementing the School Literacy Movement (Gerakan Literasi Sekolah/GLS), and developing digital literacy. These programs have contributed to improving students' knowledge, skills, and attitudes, although the development of all literacy dimensions has not yet been fully optimized. Supporting factors include a clear legal framework, the commitment of the Bandar Lampung City Education Office, active teacher participation, the availability of literacy facilities, and family support. Meanwhile, inhibiting factors include students' low interest in reading, the dominance of social media as a source of information, limited literacy facilities in several schools, insufficient parental involvement, and the lack of optimal monitoring and evaluation of literacy programs. From the perspective of Siyasah Tanfidziyyah, the implementation of this policy reflects the local government's responsibility in fulfilling its mandate, promoting public welfare (maslahah), and providing educational public services. However, stronger collaboration among the government, schools, families, and communities is still required to achieve the objectives of literacy culture development more effectively and sustainably.