Happy Novitasari
Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tingkat Pengetahuan Dan Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner Pada Remaja Di SMAN 1 Tambakboyo Tuban Happy Novitasari; Wahyu Tri Ningsih; Wahyuningsih Triana N; Yasin Wahyurianto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2349

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan salah satu masalah kesehatan utama penyebab kematian didunia, termasuk di Indonesia. Penyakit ini terjadi akibat pembuluh darah koroner yang memasok oksigen dan nutrisi ke jantung mengalami penyempitan atau penyumbatan. Penyakit ini dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko seperti pola makan, kebiasaan merokok, obesitas, dan kurangnya aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan remaja dan faktor risiko penyakit jantung koroner pada remaja di SMAN 1 Tambakboyo Tuban. Desain penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Dengan jumlah sampel sebanyak 151 responden yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Sebagian besar remaja kelas X di SMAN 1 Tambakboyo Tuban berjenis kelamin perempuan berusia 16 tahun. Tingkat pengetahuan remaja tentang jantung koroner hampir seluruhnya berada pada kategori baik. Berdasarkan faktor Risiko, Sebagian besar memiliki pola makan dalam kategori baik, hampir seluruhnya tidak memiliki kebiasaan merokok, sebagian kecil remaja memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) dalam kategori obesitas, serta hampir seluruh remaja memiliki aktivitas fisik yang baik. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa hampir seluruhnya remaja memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai penyakit jantung koroner dan hampir seluruhnya tidak memiliki faktor risiko yang tinggi. Namun demikian, masih terdapat sebagian remaja yang memiliki faktor risiko sehingga diperlukan edukasi kesehatan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran dan membentuk perilaku hidup sehat sejak usia remaja.