Wahyuningsih Triana Nugraheni
Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Toilet Training Dengan Keberhasilan Toileting Anak Usia Prasekolah Di TK Harapan Bunda Desa Trutup Kecamatan Plumpang Mohammad Fatur Rahman; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Wahyu Tri Ningsih; Su’udi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2361

Abstract

Toilet training merupakan salah satu tugas perkembangan penting pada anak usia prasekolah yang berperan dalam pembentukan kemandirian serta perilaku hidup bersih dan sehat. Keberhasilan Toilet training dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah tingkat pengetahuan ibu. Kurangnya pengetahuan ibu dapat menyebabkan keterlambatan anak dalam mengontrol buang air kecil dan besar secara mandiri, ditemukan masih banyak anak di KB Harapan Bunda Desa Trutup Kecamatan Tuban masi menggunakan diapers. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Tingkat pengetahuan ibu tentang toilet training dengan keberhasilan toileting anak usia prasekolah di TK Harapan Bunda Desa Trutup Kecamatan Plumpang. Desain penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 43 ibu yang memiliki anak usia Prasekolah di TK Harapan Bunda Desa Trutup Kecamatan Plumpang. Teknik sampling menggunakan metode total sampling. Menggunakan variabel independent Tingkat pengetahuan ibu tentang Toilet training dan dependen keberhasilan Toileting anak usia prasekolah. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan ibu dan lembar observasi untuk menilai keberhasilan Toileting anak. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruhnya ibu memiliki tingkat pengetahuan yang baik (83,7%) tentang toilet training. Hampir seluruhnya anak usia prasekolah juga telah berhasil melakukan Toileting secara mandiri (90,7%). Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan keberhasilan Toileting anak usia Prasekolah P = 0,118 (p > 0,05) sehingga H0 diterima dan H1 ditolak. Tingkat pengetahuan ibu yang baik berperan penting dalam keberhasilan Toilet training anak. Ibu yang memiliki pemahaman yang baik cenderung mampu menerapkan metode Toilet training secara tepat dan konsisten, sehingga anak lebih cepat mencapai kemandirian dalam Toileting.
Tingkat Pengetahuan Keluarga Tentang Efek Samping Obat Anti Tuberkulosis Pada Pasien TB Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Tuban Qurrotun A’yuni; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Wahyu Tri Ningsih; Titik Sumiatin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2379

Abstract

Tuberkulosis adalah masalah kesehatan yang membutuhkan pengobatan yang berlangsung lama menggunakan Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Efek samping OAT dapat menyebabkan putus berobat, menghambat keberhasilan terapi, serta meningkatkan terjadinya resistensi terhadap obat. Kecamatan Tuban merupakan wilayah dengan jumlah kasus putus berobat tertinggi di Kabupaten Tuban, yaitu sebanyak 6 kasus pada tahun 2025. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan keluarga tentang efek samping OAT pada pasien TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Tuban. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh keluarga pasien TB Paru yang menjalani pengobatan di wilayah kerja Puskesmas Tuban sebanyak 50 keluarga. Sampel berjumlah 50 keluarga dengan teknik total sampling. Variabel penelitian adalah tingkat pengetahuan keluarga tentang efek samping OAT. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan presentase. Hasil penelitian menunjukkan hampir seluruh dari keluarga pasien TB Paru (94%) berumur 20–59 tahun, setengahnya (50%) berpendidikan SMA, dan sebagian besar (74%) pernah mendapatkan informasi tentang efek samping OAT. Hampir setengahnya (46%) memiliki tingkat pengetahuan cukup, dan sebagian kecil (18%) memiliki pengetahuan kurang. Berdasarkan karakteristik, seluruh keluarga pasien TB Paru (100%) dengan pengetahuan kurang berumur >60 tahun, hampir seluruhnya (85,7%) berpendidikan perguruan tinggi memiliki pengetahuan baik, dan sebagian besar (53,8%) keluarga dengan pengetahuan cukup tidak pernah mendapatkan informasi tentang efek samping OAT. Pengetahuan keluarga dipengaruhi oleh umur, pendidikan, dan informasi yang diperoleh. Namun, keterbatasan informasi masih menjadi hambatan dalam memahami efek samping OAT. Oleh sebab itu, pendidikan mengenai kesehatan yang berkelanjutan sangat penting untuk memperluas wawasan keluarga dalam mendukung keberhasilan terapi.
Tingkat Pengetahuan dengan Perilaku Pencegahan Hipertensi melalui Program CERDIK dan PATUH pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Tuban Anisa Salsa Bila Cidita; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Wahyu Tri Ningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2385

Abstract

Hipertensi merupakan The Silent Killer dengan prevalensi yang terus meningkat, hingga menempatkan Puskesmas Tuban di peringkat kedua di antara puskesmas lainnya. Untuk mengendalikannya, pemerintah menjalankan program CERDIK dan PATUH. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan hipertensi melalui program CERDIK dan PATUH pada pasien hipertensi di Puskesmas Tuban. Penelitian ini menggunakan desain korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien hipertensi peserta Prolanis di Puskesmas Tuban sebanyak 40 orang dengan teknik total sampling. Variabel independen yaitu tingkat pengetahuan dan variabel dependennya adalah perilaku pencegahan hipertensi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, dan data dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (65%) pasien hipertensi memiliki tingkat pengetahuan yang baik dan sebagian besar (65%) pasien hipertensi memiliki perilaku yang baik. Hasil uji Rank Spearman menunjukkan nilai signifikansi p = 0,001 yang mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan hipertensi. Kesimpulan: tingkat pengetahuan tentang program CERDIK dan PATUH menjadi modal kognitif penentu konsistensi perilaku pasien dalam pencegahan dan pengendalian hipertensi.