Tingginya angka pengangguran lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia dan temuan studi pendahuluan yang menunjukkan adanya keraguan serta hambatan psikologis pada siswa SMK kelas XII di Kabupaten Tangerang mengindikasikan bahwa kesulitan pengambilan keputusan karier masih menjadi fenomena nyata yang diduga berkaitan dengan self-efficacy siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dengan kesulitan pengambilan keputusan karier pada siswa SMK kelas XII. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif non-eksperimental dengan metode korelasional. Sampel berjumlah 200 siswa SMK kelas XII di Kabupaten Tangerang yang dipilih dengan teknik convenience sampling, diukur menggunakan dua skala model Likert, dan dianalisis dengan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara self-efficacy dengan kesulitan pengambilan keputusan karier (r = -0,630; p < 0,001). Arah hubungan negatif ini berarti semakin tinggi self-efficacy siswa, semakin rendah kesulitan pengambilan keputusan karier yang dialami, dan sebaliknya. Dengan demikian, self-efficacy memiliki hubungan yang erat dengan kesiapan siswa menghadapi transisi karier pasca-kelulusan, di mana keyakinan diri yang lebih kuat berkaitan dengan hambatan psikologis yang lebih rendah dalam menentukan pilihan karier. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi sekolah dalam menyusun program bimbingan dan konseling karier yang memperkuat keyakinan diri siswa, meskipun desain korelasional tidak memungkinkan penarikan kesimpulan kausal.