Peningkatan masalah kesehatan mental pada era modern telah mendorong berkembangnya berbagai pendekatan self-healing yang bertujuan membantu individu mencapai kesejahteraan psikologis. Salah satu pendekatan yang semakin banyak digunakan adalah meditasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman praktisi meditasi dalam memanfaatkan meditasi sebagai praktik self-healing serta menginterpretasikan pengalaman tersebut melalui perspektif Psikologi Buddhis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis tematik terhadap data yang diperoleh dari 14 responden praktisi meditasi di Indonesia. Hasil penelitian mengidentifikasi lima tema utama, yaitu pengurangan stres dan kecemasan, peningkatan ketenangan batin, regulasi emosi, peningkatan kesadaran diri, dan perbaikan hubungan sosial. Responden juga mengungkapkan tantangan dalam praktik meditasi, terutama terkait konsistensi latihan dan kemampuan mempertahankan fokus. Dalam perspektif Psikologi Buddhis, manfaat yang dirasakan responden berkaitan dengan pengembangan sati (kesadaran penuh), samādhi (konsentrasi), dan bhāvanā (pengembangan batin) yang mendukung transformasi psikologis secara berkelanjutan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meditasi tidak hanya berfungsi sebagai teknik relaksasi, tetapi juga sebagai sarana pengembangan kualitas mental yang mendukung proses self-healing secara holistik. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian Psikologi Buddhis, pendidikan Buddhis, dan kesehatan mental kontemporer