Ni Putu Manik Budantari
Udayana University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TERAPI MUSIK KLASIK MOZART MENGURANGI KECEMASAN IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS DENPASAR BALI Ni Putu Manik Budantari; Ika Widi Astuti; Ida Arimurti Sanjiwani; I Gusti Ayu Pramitaresthi
Community of Publishing in Nursing Vol. 14 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2026.v14.i02.p05

Abstract

Kecemasan pada ibu hamil trimester III dapat berdampak negatif terhadap kesehatan ibu dan janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi musik klasik mozart dalam menurunkan tingkat kecemasan ibu hamil trimester III. Metode yang digunakan adalah quasi experimental design (eksperimen semu) dengan one-group pretest-posttest formulir yang berisi kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Sampel sebanyak 30 ibu hamil trimester III yang mengalami kecemasan ringan-sedang dan dipilih melalui teknik consecutive sampling selama 1 bulan. Intervensi berupa terapi musik klasik mozart selama 20-30 menit selama 4x pemberian. Uji yang digunakan adalah wilcoxon signed rank. Hasil dari sebelum diberikan terapi musik klasik mozart mayoritas mengalami kecemasan sedang sebanyak 17 orang (56,7%) dan minoritas mengalami kecemasan ringan sebanyak 13 orang (43,3%). Setelah diberikan terapi mengalami penurunan kecemasan menjadi tidak ada kecemasan sebanyak 12 orang (40,0%), mengalami kecemasan ringan sebanyak 9 orang (30,0%), dan mengalami kecemasan sedang sebanyak 9 orang (30,0%). Hasil uji wilcoxon signed rank menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi yang signifikan nilai sig.(2-tailed) = (0,000) < (0,05). Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa terapi musik klasik Mozart efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III dan terapi musik klasik Mozart dapat dijadikan sebagai intervensi non-farmakologis untuk ibu hamil dan dapat diterapkan di pelayanan kesehatan.