Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Hubungan Stres dan Kelelahan Kerja terhadap Keluhan Musculoskeletal pada Pekerja Perempuan di SPA Mariadnyani, Ni Wayan; Sanjiwani, Ida Arimurti; Pramitaresthi, I Gusti Ayu
Jurnal Ners Widya Husada Vol 6, No 2 (2019): JULI
Publisher : Universitas Widya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.679 KB) | DOI: 10.33666/jners.v6i2.346

Abstract

SPA banyak dijumpai pada fasilitas pariwisata di Bali dan pekerjanya dominan perempuan. Keluhan musculoskeletal merupakan yang paling banyak ditemukan pada pekerja SPA. Keluhan musculoskeletal adalah kumpulan kondisi pada tendon, otot, saraf patologis akibat penggunaan tenaga, gerakan, beban, dan postur tubuh yang janggal sehingga menimbulkan nyeri dan rasa tidak nyaman. Faktor stres dan kelelahan bisa memperburuk dan memperpanjang waktu penyembuhan keluhan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stres dan kelelahan kerja terhadap keluhan musculoskeletal pada pekerja perempuan di SPA. Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional. Sampel sebanyak 233 orang dipilih dengan teknik consecutive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner DASS, KAUPKK, dan NBM. Penelitian ini menggunakan uji test Spearman Rank. Hasil pertama yang didapatkan bahwa ada hubungan yang positif dan lemah antara stres terhadap keluhan musculoskeletal pada pekerja perempuan di SPA wilayah Desa Kuta (r = 0,320). Hasil kedua yang didapatkan bahwa ada hubungan yang positif dan lemah antara kelelahan kerjap terhadap keluhan musculoskeletal pada pekerja perempuan di SPA wilayah Desa Kuta (r = 0,384). Berdasarkan hasil temuan di atas disarankan pengendalian keluhan musculoskeletal akibat stres dan kelelahan kerja dengan menerapkan cara kerja ergonomis dan pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan lebih lanjut.Kata kunci: kelelahan kerja, keluhan musculoskeletal, stresRELATIONSHIP STRESS AND EMPLOYMENT EMPLOYMENT OF MUSCULOSKELETAL COMPLAINTS IN WOMEN WORKERS IN SPAABSTRACTMany SPA found to tourism facilities in Bali and it workers dominantly done by female. Musculoskeletal disorders are the most common issue among in SPA workers. Musculoskeletal disorders is a cumulative of conditions in tendon, muscle, patological nerve caused by physical work, movement, load, and abnormal posture that resulting pain and discomfort. Stress and fatigue factors can worsen and prolong the healing time. This study aims to determine correlation between stress and job fatigue to musculoskeletal disorders for the female workers in SPA. This study uses cross sectional approach. Sample counted 233 respondent were used in this study is consecutive sampling. Collecting data with DASS, KAUPKK, and NBM Questionnaire. This study uses Spearman Rank test. The first result found that there are positive and low correlation between stress to musculoskeletal disorders for female workers in SPA of Kuta village (r = 0.320). The second result found that there are positive and low correlation between job fatigue to musculoskeletal disorders for female workers in SPA of Kuta village (r = 0.384). Based on this study, it is recommended controlling musculoskeletal disorders of stress level and job fatigue by applying ergonomic method and having periodic health checks to prevent further health problems.Keywords: job fatigue, musculoskeletal disorders, stress
PENDIDIKAN SEKSUAL BAGI ORANG TUA DAN GURU REMAJA DENGAN BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SLB/A NEGERI DENPASAR I Gusti Ayu Pramitaresthi; I. G. N. Pramesemara; I. A. Sanjiwani; N. M. D. Kurniasari
Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 1 (2021): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.356 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2021.v20.i01.p05

Abstract

Pendidikan seksual sangatlah penting diajarkan untuk remaja, terlebih remaja dengan kebutuhan khusus. Remaja dengan kebutuhan khusus pada umumnya kekurangan informasi yang berhubungan dengan perkembangan seksualitas. Hal tersebut disebabkan tidak didapatkannya informasi mengenai pendidikan seksual dari orang tua dan gurunya. Pada dasarnya remaja berkebutuhan khusus tidak mempunyai keberanian yang cukup untuk bercerita dan tidak mendapatkan informasi yang bisa diperoleh dari artikel maupun buku. Orang tua merupakan pihak yang paling dekat dan banyak waktunya bersama anak.Sedangkan guru merupakan pihak yang bertanggungjawab mengajarkan kemandirian mereka di sekolah. Oleh karena itu maka diperlukannya pendidikan seksual bagi orangtua dan guru agar nantinya bisa diberikan ke remaja berkebutuhan khusus. Tujuan dari kegiatan ini yaitu memberikan pemahaman terkait pentingnya kesehatan reproduksi dan seksualitas pada guru dan orang tua dengan remaja berkebutuhan khusus. Metode kegiatan ini berupa ceramah, diskusi tanya jawab dan pemberian kuesioner pre-test dan post-test yang dilaksanakan pada tanggal 5 Oktober 2020 melalui webinar dengan menggunakan aplikasi Cisco Webex yang dihadiri oleh orangtua dan guru kemudian dilanjutkan dengan konsultasi melalui group Whatsapp. Hasil analisis kuesioner didapatkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan pendidikan kesehatan. Simpulan dan implikasinya diharapkan setelah ini, orangtua dan guru dapat memberikan pendidikan kesehatan reproduksi dan seksualitas kepada remaja berkebutuhan khusus. Kata kunci : Pendidikan Seksual, Orang tua, Guru, Remaja Berkebutuhan Khusus
Hubungan Dukungan Suami dengan Kepatuhan Ibu dalam Penggunaan Kontrasepsi Suntik pada Masa Pandemi COVID-19 I Gusti Ayu Istri Prema Devi; Ika Widi Astuti; Ida Arimurti Sanjiwani; I Gusti Ayu Pramitaresthi
Jurnal Gema Keperawatan Vol 15, No 1 (2022): Jurnal Gema Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jgk.v15i1.1978

Abstract

The Covid-19 pandemic has caused various problems, one of them is the population sector. The problem of increasing the number of pregnancies, increasing contraceptive dropout rates, and the risk of Baby Booms in Indonesia has made the government recommend that reproductive age couples comply with the use of contraception during the Covid-19 pandemic. The implementation of the Covid-19 prevention protocol has made it difficult for contraceptive acceptors to get services. One form of contraception that requires repeat visits to health workers is injectable contraceptives. Compliance with the use of injectable contraception is realized through the accuracy of the acceptor in re-injecting according to the schedule. Husband's support is one of the factors that can affect adherence to the use of injectable contraceptives. This study aims to determine the relationship between husband's support and adherence to injecting contraceptive use. This research is a correlative analytic study using a cross sectional approach. Research respondents as many as 50 people obtained through non-probability sampling with purposive sampling technique. The instruments used were husband's support questionnaire and re-injection visit card. Data analysis using Chi-square test. The results showed that there was a significant relationship between husband's support and adherence to injecting contraceptive use (p = 0.000; OR = 29.3; 95% CI 6.2 - 138.781). Acceptors who received support from their husbands had 29,3 times more risk of being obedient in using injectable contraception than acceptors who did not receive support from their husbands. This research expects the need for husband involvement in every reproductive health planning of each family member.
PELATIHAN KONSELOR PENINGKATAN KETERAMPILAN KONSELING KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA BERKEBUTUHAN KHUSUS PADA GURU SLB NEGERI 1 DENPASAR I.G.A. Pramitaresthi; I.G.N. Pramesemara; I.A. Sanjiwani; L.M. Puspita
Buletin Udayana Mengabdi Vol 21 No 3 (2022): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.037 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2022.v21.i03.p05

Abstract

Sexual education for adolescents with special needs is very important. Basically, teenagers with special needs do not have enough courage to tell stories and lack the ability to find information that can be obtained from articles or books. Based on philosophical and juridical, sex education is a preventive effort so that every teenager with special needs can recognize, understand and deal with biological developments and changes. In addition, sex education for teenagers with special needs also aims to guide them to respect the sexual behavior of others and not be trapped in deviant sexual behavior and not get sexual violence and harassment from others. Teachers are responsible for teaching their independence in schools. Therefore, there is a need for training for teachers so that later they can become counselors for adolescents with special needs who need reproductive health information. The purpose of this activity is to provide knowledge and train teachers' skills to provide sexuality information to adolescents with special needs. The method of this activity is in the form of lectures, question and answer discussions and the provision of pre-test and post-test questionnaires which will be held on October 7, 2021 online using the Zoom application which was attended by teachers and then continued with consultations through the Whatsapp group. The results of the questionnaire analysis showed an increase in participants' knowledge after being given training. The conclusions and implications are expected that after this, teachers can provide reproductive health and sexuality education to adolescents with special needs. Keywords: Teachers, Counselors, Reproductive Health, Youth with Special Needs
PENGARUH PENDIDIKAN TEMAN SEBAYA TERHADAP PENGETAHUAN DAN KESIAPAN MENGHADAPI MENARCHE PADA REMAJA DI SDN 2 SESETAN Yenita Wulandari; Ida Arimurti Sanjiwani; Ika Widi Astuti; I Gusti Ayu Pramitaresthi
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p10

Abstract

Menarche merupakan tanda peralihan seorang perempuan menuju proses pendewasaan. Remaja yang tidak siap menghadapi menarche akan muncul beberapa dampak negatif seperti takut, cemas, bingung, malu, frustasi, dan kurang percaya diri. Pendidikan teman sebaya adalah suatu metode penyampaian informasi yang disampaikan melalui teman yang memiliki kesamaan umur, kelas, ataupun status. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan teman sebaya terhadap pengetahuan dan kesiapan menghadapi menarche pada remaja di SDN 2 Sesetan. Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Besar sampel pada penelitian ini adalah 30 orang siswi yang terbagi menjadi 6 orang sebagai pendidik teman sebaya dan 24 menjadi responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling pada siswi kelas V. Intervensi diberikan oleh pendidik teman sebaya yang dilakukan selama 7 hari pada responden. Hasil uji Wilcoxon pada variabel pengetahuan didapatkan hasil (p = 0,003 < 0,05). Hasil uji Wilcoxon pada variabel kesiapan didapatkan hasil (p = 0,025 < 0,05). Jadi dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pendidikan teman sebaya terhadap pengetahuan dan kesiapan menghadapi menarche pada remaja di SDN 2 Sesetan.  Penelitian ini diharapkan sebagai acuan untuk menambah pengetahuan dan memberikan sikap yang baik saat mengalami menstruasi awal melalui peran teman sebaya.
PENGETAHUAN DAN SIKAP MENGENAI PREMARITAL SCREENING PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI DESA ABIANSEMAL Ni Kadek Maya Maylina; I Gusti Ayu Pramitaresthi; Ika Widi Astuti; Ida Arimurti Sanjiwani
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p05

Abstract

Kesehatan sebelum menikah pada calon pengantin terutama pada perempuan sangat penting diperhatikan karena berhubungan dengan risiko terjadi masalah kesehatan pada calon pengantin maupun calon bayi. Premarital screening merupakan suatu bentuk pencegahan risiko kesehatan yang dapat dilakukan pada masa pra nikah. Wanita Usia Subur (WUS) yang belum menikah dalam rentang usia 17-25 tahun menjadi sasaran yang tepat untuk meningkatkan informasi dan memperkenalkan screening kesehatan pra nikah karena berada pada masa transisi menuju kehidupan pernikahan dan reproduksi. Pengetahuan dan sikap sangat relevan terutama dalam mendukung pelaksanaan program premarital screening. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap mengenai premarital screening pada wanita usia subur di Desa Abiansemal. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan 235 responden di wilayah Desa Abiansemal berdasarkan quota random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Hasil analisis penelitian menggunakan analisis univariat didapatkan hasil responden dengan pengetahuan baik sebanyak 157 orang (66,8%) dan responden dengan sikap yang positif sebanyak 154 responden (65,5%). Berdasarkan hasil uji univariat, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik dan sikap positif terkait premarital screening. Diharapkan bagi puskesmas untuk lebih menambah sosialisasi pelaksanaan premarital screening dan menjalankan program premarital screening pada WUS.
HUBUNGAN LITERASI KESEHATAN DENGAN PERILAKU DETEKSI DINI KANKER SERVIKS PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) Kadek Heny Pradnya Paramita; Ika Widi Astuti; I Gusti Ayu Pramitaresthi; Ida Arimurti Sanjiwani
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p12

Abstract

Kanker serviks menempati posisi keempat sebagai jenis kanker yang umum dialami oleh wanita secara global. Namun, hingga saat ini tingkat partisipasi dalam skrining kanker serviks di Indonesia masih sangat rendah. Salah satu faktor yang memengaruhi rendahnya cakupan skrining tersebut adalah literasi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara literasi kesehatan dengan perilaku deteksi dini kanker serviks di wilayah kerja Puskesmas II Denpasar Timur. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Responden dalam penelitian ini merupakan wanita usia subur (WUS) usia 30-50 tahun di wilayah kerja Puskesmas II Denpasar Timur. Sampel terdiri dari 109 responden yang dipilih melalui metode cluster random sampling dan tersebar pada 10 Banjar di Kelurahan Penatih. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Health Literacy Survey Questionnaire 16 (HLS-EU-Q 16) dan Kuesioner Perilaku Deteksi Dini Kanker Serviks. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat literasi kesehatan yang tinggi (51,4%) dan perilaku deteksi dini kanker serviks yang baik (58,7%). Analisa data dengan uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan antara literasi kesehatan dengan perilaku deteksi dini kanker serviks (p = 0,003 < 0,05). Uji odds ratio menunjukkan nilai OR = 3,565 dengan CI (1,597-7,959) yang berarti wanita dengan literasi kesehatan tinggi mempunyai peluang untuk melakukan deteksi dini kanker serviks 3,565 kali lebih besar dibandingkan wanita dengan literasi kesehatan rendah. Wanita usia subur diharapkan dapat terus meningkatkan literasi kesehatannya dengan secara aktif mencari informasi dari sumber yang terpercaya, sehingga perilaku deteksi dini penyakit khususnya kanker serviks dapat terus ditingkatkan sebagai upaya preventif.
PENGARUH EDUKASI PERSONAL SAFETY SKILL DENGAN MEDIA BUSY PAGE TERHADAP PENGETAHUAN MELINDUNGI DIRI DARI KEKERASAN SEKSUAL PADA SISWA SEKOLAH DASAR Ni Luh Putu Divayani; Ika Widi Astuti; Ida Arimurti Sanjiwani; I Gusti Ayu Pramitaresthi
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i03.p04

Abstract

Kekerasan terhadap anak merupakan segala bentuk tindakan atau perlakuan yang menyakitkan, baik secara fisik, psikis, seksual, maupun penelantaran. Tindakan kekerasan ini dapat menimbulkan cedera atau dampak nyata terhadap kesehatan, kelangsungan hidup, tumbuh kembang, dan martabat anak. Di antara berbagai bentuk kekerasan, kekerasan seksual menjadi salah satu yang paling sering terjadi dan menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Salah satu upaya preventif yang dapat dilakukan untuk mencegah kekerasan seksual pada anak adalah dengan membekali mereka dengan pengetahuan serta keterampilan perlindungan diri. Pemberian pelatihan berupa personal safety skills atau keterampilan keselamatan pribadi diyakini dapat membantu anak mengenali dan menghindari situasi berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi personal safety skill menggunakan media busy page terhadap peningkatan pengetahuan siswa sekolah dasar dalam melindungi diri dari kekerasan seksual. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest, yang melibatkan 36 siswa sebagai responden. Seluruh responden dipilih melalui teknik total sampling, dan diminta untuk menjawab 30 pertanyaan dalam kuesioner guna mengukur tingkat pengetahuan mereka. Edukasi kesehatan diberikan satu kali selama satu hari, dengan durasi penyampaian materi selama 20 menit. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi p-value sebesar 0,000 yang lebih kecil dari α (0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan siswa sebelum dan sesudah intervensi. Berdasarkan hal tersebut, sekolah diharapkan dapat menjadikan edukasi personal safety skill sebagai salah satu strategi edukatif dalam memberikan informasi dan perlindungan kepada siswa terkait kekerasan seksual.
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU IBU HAMIL TERHADAP PENTINGNYA PEMERIKSAAN ANTENATAL CARE DI ERA PANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS II DENPASAR BARAT Sartiana Hidayati; I Gusti Ayu Pramitaresthi; Ida Arimurti Sanjiwani; Ika Widi Astuti
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p02

Abstract

Ibu hamil merupakan kelompok rentan yang berisiko terinfeksi Covid-19 yang disebabkan karena adanya perubahan fisiologis pada masa kehamilan. Pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap pentingnya pemeriksaan antenatal care (ANC) di era pandemi Covid-19 merupakan faktor penting bagi ibu hamil karena dapat mempengaruhi perilaku ibu selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu hamil terhadap pentingnya pemeriksaan ANC di era pandemi Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas II Denpasar Barat. Jenis penelitian bersifat deskriptif dengan populasi dalam penelitian ini seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di Wilayah Kerja Puskesmas II Denpasar Barat dan diperoleh 30 sampel dengan menggunakan minimal sampel. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian yaitu teknik Simple Random Sampling dengan analisis data univariat yang dilakukan terhadap setiap variabel dari hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden mayoritas memiliki pengetahuan yang baik sebanyak 17 responden (56.7%), mayoritas memiliki sikap cukup sebanyak 17 responden (56.7%) dan mayoritas responden memiliki perilaku cukup sebanyak 12 responden (40.0%) terhadap pentingnya pemeriksaan ANC di era pandemi Covid-19 di wilayah kerja Puskesmas II Denpasar Barat. Diharapkan kepada ibu hamil lebih menyadari akan pentingnya pemeriksaan ANC serta Pusat pelayanan kesehatan lebih meningkatkan pelayanan ANC di era pandemi Covid-19.
HUBUNGAN BODY IMAGE DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA IBU PRIMIGRAVIDA DI DENPASAR Ni Luh Made Sintia Dewi; Ika Widi Astuti; Ida Arimurti Sanjiwani; I Gusti Ayu Pramitaresthi
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i05.p10

Abstract

Kehamilan merupakan fase yang memberikan pengalaman baru terkait perubahan fisik bagi ibu primigravida. Perubahan ini menimbulkan pikiran positif dan negatif mengenai persepsi ibu tentang tubuhnya atau disebut dengan body image. Persepsi ibu mengenai tubuhnya dapat memengaruhi tingkat kecemasan selama kehamilan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan body image dengan tingkat kecemasan pada ibu primigravida di Denpasar. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelatif menggunakan metode cross-sectional. Responden pada penelitian ini adalah ibu primigravida dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling pada empat puskesmas yaitu Puskesmas I Denpasar Timur, Puskesmas II Denpasar Barat, Puskesmas III Denpasar Utara, dan Puskesmas IV Denpasar Selatan. Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan Kuesioner Body Shape Questionnaire (BSQ-16) dan Kuesioner Perinatal Anxiety Screening Scale (PASS). Hasil dari Uji Fisher Exact menunjukkan nilai p-value = 0,004 < α (0,05). Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara body image dengan tingkat kecemasan pada ibu primigravida di Denpasar. Oleh karena itu, ibu primigravida diharapkan dapat meningkatkan literasi mengenai perubahan fisik yang normal selama kehamilan agar dapat membangun body image yang positif, sehingga kecemasan selama kehamilan dapat berkurang. 
Co-Authors A'isyah Agustina Amalia Agnes Susana Samadara Agung Paramitha Dyah Prameswari Annastasia Meilisa Indrajaya Arya Budhi Saputra, I Made Desak Made Widyanthari Dewa Gede Wirahadi Putra Gautama, I Made Bhaskara Gusti Ayu Ary Antari I Dewa Ayu Alit Maharani Laras I Gede Oka Pramana I Gusti Ayu Istri Prema Devi I Gusti Ngurah Alit Bayu Bramanta I Gusti Ngurah Pramesemara I Gusti Ngurah Wikranta Arsa I Komang Wira Adhityasaputra I Made Arinata Picana Putra I Made Suindrayasa I. A. Sanjiwani I.A. Sanjiwani Ida Ayu Mas Prabhasuari IGKG Puritan Wijaya ADH Ika Widi Astuti Ika Widi Astuti Ika Widi Astuti, Ika Widi Indah Mei Rahajeng Intan Lestari Shelvyandira K. Putri Setyaningrum Kadek Ayu Widyawati Kadek Dessy Maheswari Kadek Heny Pradnya Paramita Komang Anisa Anggun Cahyaningrum L.M. Puspita Luh Dewi Parwati Luh Gede Suryaniti Artha Made Dwi Mohini Made Edi Pramana Putra Made Rini Damayanti Mariadnyani, Ni Wayan Meril Valentine Manangkot Ni Kadek Dwi Yanti Anggreni Ni Kadek Maya Maylina Ni Ketut Guru Prapti Ni Komang Ari Sawitri Ni Komang Ayu Trinadi Ni Komang Dewi Trisia Pratiwi Ni Komang Putri Sintarani Ni Luh Dwi Susanthi Ni Luh Made Sintia Dewi Ni Luh Putu Divayani Ni Luh Putu Satya Devi Ni Luh Putu Shinta Devi Ni Made Ari Wisna Prasiwi Ni Made Dian Kurniasari Ni Putu Emy Darma Yanti Ni Putu Gita Meilyanjani Ni Putu Manik Budantari Ni Putu Rahma Eka Sandhi Ni Wayan Kuslinda Sari Pramesemara, I Gusti Ngurah Putra, Gede Rionald Ariwahyu Putu Ayu Sani Utami Putu Ayu Windu Saridewi Putu Chelsea Ananda Putri Putu Diah Sathiya Kumari Putu Muliana Putra Rai Rosita Candra Dewi Sanjiwani, Ida Arimurti Sartiana Hidayati Syoufiana Syoufiana Wulandari, Putu Aditya Ika Yenita Wulandari