Putih Malika Cahaya Kalam
State University of Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Inovasi Desa Berbasis Potensi Lokal: Pengolahan Limbah Kulit Buah Menjadi Eco-Enzyme dan Sabun Kertas Bersama TP PKK Desa Pagerwojo Putih Malika Cahaya Kalam; Arifa Lutfiya Amanda Putri; Ainun Nissa Sholihah; Azka Zahra Rana Dewi; Muhammad Yusuf Karim; Putih Maliya Cahaya Alam; Miftah Nur Fahrizal; Nurul Hidayah; Ilham Tofaros; Haikal Syahrulrizal; Nina Farliana
Inspira: Jurnal Pengabdian Masyarakat (JPM) Vol. 2 No. 1 (2026): Inspira: Jurnal Pengabdian Masyarakat (JPM)
Publisher : Yayasan Inspira Brighter You Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan limbah organik rumah tangga seperti kulit buah di Desa Pagerwojo, Kabupaten Kendal, umumnya masih dilakukan secara konvensional. Kondisi ini mendorong Tim GIAT 16 UNNES untuk mengadakan program pengabdian masyarakat yang dapat meningkatkan keterampilan serta kesadaran warga atas lingkungan. Melalui pendekatan partisipatif bersama Ibu-Ibu TP PKK Desa Pagerwojo, program ini mengolah limbah kulit buah menjadi produk yang lebih bernilai guna, yaitu eco-enzyme dan sabun kertas (paper soap). Kegiatan ini dilakukan secara sistematif melalui tiga tahapan utama: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan, warga mendapatkan edukasi, demonstrasi, hingga praktik secara langsung. Pendekatan interaktif ini berhasil memunculkan partisipasi aktif warga dalam membuat eco-ezyme yang berfungsi sebagai pupuk cair alami maupun pembersih. Selain itu, warga juga sukses membuat sabun kertas sebagai sanitasi yang praktis dan hemat. Hasil inovasi ini memberikan manfaat ganda bagi masyarakat. Dari segi ekonomi, pemanfaatan limbah membantu menghemat pengeluaran rumah tangga sekaligus membuka peluang secara nyata untuk mendukung pencapaian SDGs Desa, khususnya pada poin kesetaraan gender (SDGs 5), pertumbuhan ekonomi (SDGs 8), serta konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (SDGs 12). Program ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan limbah tepat guna mampu menciptakan desa yang mandiri dan berkelanjutan.