Pengelolaan limbah organik rumah tangga seperti kulit buah di Desa Pagerwojo, Kabupaten Kendal, umumnya masih dilakukan secara konvensional. Kondisi ini mendorong Tim GIAT 16 UNNES untuk mengadakan program pengabdian masyarakat yang dapat meningkatkan keterampilan serta kesadaran warga atas lingkungan. Melalui pendekatan partisipatif bersama Ibu-Ibu TP PKK Desa Pagerwojo, program ini mengolah limbah kulit buah menjadi produk yang lebih bernilai guna, yaitu eco-enzyme dan sabun kertas (paper soap). Kegiatan ini dilakukan secara sistematif melalui tiga tahapan utama: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan, warga mendapatkan edukasi, demonstrasi, hingga praktik secara langsung. Pendekatan interaktif ini berhasil memunculkan partisipasi aktif warga dalam membuat eco-ezyme yang berfungsi sebagai pupuk cair alami maupun pembersih. Selain itu, warga juga sukses membuat sabun kertas sebagai sanitasi yang praktis dan hemat. Hasil inovasi ini memberikan manfaat ganda bagi masyarakat. Dari segi ekonomi, pemanfaatan limbah membantu menghemat pengeluaran rumah tangga sekaligus membuka peluang secara nyata untuk mendukung pencapaian SDGs Desa, khususnya pada poin kesetaraan gender (SDGs 5), pertumbuhan ekonomi (SDGs 8), serta konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (SDGs 12). Program ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan limbah tepat guna mampu menciptakan desa yang mandiri dan berkelanjutan.