Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Nilai Tukar Dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Kebijakan Ekspor Karet Indonesia Pada 8 Negara Tujuan Utama Dengan Inflasi Sebagai Variabel Intervening Febryanti Angkat; Khairani Alawiyah Matondang; Bukit Buchori Siagian
Prediksi : Jurnal Administrasi dan Kebijakan Vol 25, No 2 (2026)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/pd.v25i2.9584

Abstract

ABSTRACTThis study examines how exchange rate and economic growth affect Indonesia's rubber export policy toward eight primary destination countries across the 2012-2024 period, treating inflation as an intervening variable. Drawing on panel data regression through the Fixed Effect Model and Random Effect Model, the findings reveal that exchange rate exerts a negative and significant influence on both inflation and rubber exports, whereas economic growth exerts a positive and significant influence on inflation and rubber exports alike. Inflation, in turn, negatively and significantly affects rubber exports, and the Sobel tests confirm that inflation serves as a significant mediator in the relationship between exchange rate, economic growth, and rubber exports. These results suggest that exchange rate and economic growth shape Indonesia's rubber export performance both directly and indirectly, with the latter pathway operating through the inflation transmission mechanism in the destination countries.ABSTRAKPenelitian ini mengkaji bagaimana nilai tukar dan pertumbuhan ekonomi memengaruhi kebijakan ekspor karet Indonesia ke delapan negara tujuan utama sepanjang periode 2012-2024, dengan inflasi diperlakukan sebagai variabel intervening. Dengan memanfaatkan regresi data panel melalui Fixed Effect Model dan Random Effect Model, temuan penelitian mengungkapkan bahwa nilai tukar memberikan pengaruh negatif dan signifikan baik terhadap inflasi maupun ekspor karet, sementara pertumbuhan ekonomi memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kedua variabel tersebut. Inflasi sendiri terbukti berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ekspor karet, dan uji Sobel mengonfirmasi bahwa inflasi berperan sebagai mediator yang signifikan dalam hubungan antara nilai tukar, pertumbuhan ekonomi, dan ekspor karet. Hasil ini mengindikasikan bahwa nilai tukar dan pertumbuhan ekonomi membentuk kinerja ekspor karet Indonesia baik secara langsung maupun tidak langsung, di mana jalur tidak langsung tersebut berlangsung melalui mekanisme transmisi inflasi di negara-negara tujuan.
PENGARUH FOREIGN DIRECT INVESTMENT (FDI), DAN KETERBUKAAN PERDAGANGAN, TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI MELALUI PEMBENTUKAN MODAL TETAP BRUTO (PMTB) SEBAGAI VARIABEL INTERVENING DI NEGARA ASEAN Bunga Ananda; Khairani Alawiyah Matondang; Bukit Buchori Siagian
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 5 (2026): 2026 Mei
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i5.917

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Foreign Direct Investment (FDI) dan keterbukaan perdagangan terhadap pertumbuhan ekonomi melalui Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebagai variabel intervening di negara-negara ASEAN. Data yang digunakan merupakan data sekunder berbentuk data panel dari 11 negara ASEAN selama periode 2015–2024 yang bersumber dari World Bank. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan path analysis untuk menguji pengaruh langsung dan tidak langsung antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbukaan perdagangan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap PMTB, sedangkan FDI tidak memberikan dampak langsung yang optimal terhadap pertumbuhan ekonomi. Selain itu, keterbukaan perdagangan tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, PMTB terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di negara-negara ASEAN. Lebih lanjut, FDI memiliki pengaruh tidak langsung yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi melalui PMTB, yang menunjukkan bahwa PMTB mampu memediasi hubungan tersebut. Sementara itu, keterbukaan perdagangan juga berpengaruh tidak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi melalui PMTB, namun dengan arah negatif. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa PMTB memiliki peran penting sebagai variabel intervening dalam menjelaskan hubungan antara FDI dan keterbukaan perdagangan terhadap pertumbuhan ekonomi di kawasan ASEAN.
PENGARUH BONUS DEMOGRAFI DAN PENGELUARAN PEMERINTAH UNTUK KESEHATAN TERHADAP IPM DENGAN PENDAPATAN PER KAPITA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI DI ASEAN. Rut Afentina Sinambela; Khairani Alawiyah Matondang; Bukit Buchori Siagian
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 5 (2026): 2026 Mei
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i5.922

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh bonus demografi dan pengeluaran pemerintah untuk kesehatan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di negara-negara ASEAN periode 2015–2024, baik secara langsung maupun melalui pendapatan per kapita sebagai variabel mediasi. Data sekunder panel dari sepuluh negara ASEAN dianalisis menggunakan Fixed Effect Model dan uji Sobel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bonus demografi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IPM, pengeluaran kesehatan tidak berpengaruh langsung secara signifikan, sedangkan pendapatan per kapita berpengaruh positif dan signifikan. Pendapatan per kapita terbukti memediasi secara kuat pengaruh pengeluaran kesehatan terhadap IPM, namun hanya memediasi secara lemah jalur bonus demografi terhadap IPM.