Asrini Safitri
Departemen Gizi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbandingan Kandungan Lemak pada Dangke Susu Sapi Khas Enrekang dan Yogurt Komersial Reyhana Suharto; Asrini Safitri; Andi Masdipa; Ida Royani; Nesyana Nurmadilla
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF) Vol. 6 No. 2 (2025): Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mjnf.6.2.90-98

Abstract

Latar belakang: Lemak merupakan zat gizi makro yang berperan penting dalam penyediaan energi dan status gizi, khususnya di wilayah dengan prevalensi stunting tinggi seperti Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Dangke sebagai keju lunak tradisional khas Enrekang dan yogurt merupakan produk olahan susu yang banyak dikonsumsi, namun informasi mengenai perbedaan kandungan lemak keduanya masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kandungan lemak pada dangke susu sapi khas Enrekang dan yogurt komersial. Metode: Penelitian analitik komparatif laboratorik ini menggunakan sampel dangke susu sapi yang diproduksi di Enrekang dan yogurt komersial jenis squeeze. Analisis kandungan lemak dilakukan dengan metode Mojonnier dan setiap sampel diuji sebanyak tiga kali pengukuran sebagai replikasi analitik untuk memperoleh hasil yang representatif. Data dianalisis menggunakan uji t tidak berpasangan dengan bantuan Statistical Program for Sciences (SPSS). Hasil: Rata-rata kandungan lemak dangke (19,06 ± 0,087%) secara signifikan lebih tinggi dibandingkan yogurt (3,86 ± 0,050%), dengan selisih rata-rata 15,20% (p < 0,001). Simpulan: Kandungan lemak dangke secara signifikan lebih tinggi dibandingkan yogurt, dipengaruhi oleh perbedaan bahan baku dan proses pengolahan. Kandungan lemak yang tinggi membuat dangke berpotensi sebagai sumber pangan lokal padat energi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan lemak di wilayah dengan prevalensi stunting tinggi seperti Enrekang.