Pembelajaran kewirausahaan di perguruan tinggi perlu memberi ruang bagi mahasiswa untuk menghubungkan konsep bisnis dengan persoalan nyata yang dihadapi pelaku usaha. Kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari pendampingan dosen pengampu Mata Kuliah Kewirausahaan kepada mahasiswa melalui keterlibatan langsung pada UMKM Dimsum by A.S.A di Kota Makassar. Kegiatan bertujuan mendampingi mahasiswa dalam mengidentifikasi kebutuhan mitra, merancang inovasi yang proporsional, melaksanakan uji coba, dan mengevaluasi hasilnya, sekaligus membantu mitra melakukan diversifikasi produk dan mengoptimalkan pemasaran melalui Instagram. Pelaksanaan dilakukan selama 14 hari pada 7-20 Februari 2026. Dosen berperan sebagai pengarah akademik dan supervisor, mahasiswa sebagai tim pelaksana lapangan, sedangkan pemilik UMKM sebagai mitra kegiatan. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur, dokumentasi, pencatatan penjualan produk inovasi, serta pengamatan aktivitas Instagram. Intervensi menghasilkan dua varian baru berupa dimsum goreng keju dan dimsum goreng keju mentai serta pengaktifan kembali Instagram sebagai media promosi. Selama periode uji coba, kedua varian baru terjual sebanyak 93 porsi dengan estimasi omzet kotor Rp1.534.500, sementara akun Instagram mencapai 213 pengikut setelah pendampingan. Respons konsumen terhadap produk baru cenderung positif dan pembelian ulang mulai ditemukan. Dari sisi pembelajaran, pendampingan memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk berlatih mengidentifikasi masalah usaha, berkomunikasi dengan mitra, menguji solusi, dan membaca hasil secara lebih kritis. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendampingan dosen yang mengintegrasikan pembelajaran kewirausahaan dengan kebutuhan riil UMKM dapat menghasilkan manfaat bagi mitra sekaligus memperkuat pengalaman belajar aplikatif mahasiswa.