This Author published in this journals
All Journal Jurnal SOLMA
Yuanita Wulandari
Program Studi Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Surabaya, Alamat lengkap Jl. Raya Sutorejo No.59, Surabaya, Indonesia, 60113

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendampingan Pembuatan MP-ASI Berbasis Bahan Lokal Tradisional dalam Meningkatkan Literasi Gizi pada Naisyatul 'Aisyiyah Gubeng Yuanita Wulandari; Tri Kurniawati; Muhammad Fausi
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i2.23197

Abstract

Background: Rendahnya literasi gizi masyarakat dan dominasi penggunaan MP-ASI instan pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) masih menjadi tantangan utama dalam pencegahan stunting. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Naisyatul 'Aisyiyah Gubeng dalam penyusunan MP-ASI berbasis bahan pangan lokal tradisional. Metode: Metode yang digunakan mencakup pendidikan masyarakat, pelatihan praktik langsung (hands-on training), dan pendampingan partisipatif melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi. Evaluasi keberhasilan diukur secara kuantitatif menggunakan instrumen pre-test dan post-test pada aspek pengetahuan gizi, pemahaman MP-ASI, pemanfaatan bahan lokal, dan teknik pengolahan, serta dinilai secara kualitatif melalui observasi partisipatif. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada rata-rata skor literasi gizi peserta dari 57,50 menjadi 80,25. Peningkatan tertinggi dicapai pada indikator pemahaman MP-ASI dan teknik pengolahan (masing-masing meningkat +24 poin). Secara praktis, peserta mampu mengolah dan mendiversifikasi bahan pangan lokal menjadi menu MP-ASI yang memenuhi prinsip gizi seimbang. Pendekatan partisipatif berbasis praktik langsung terbukti efektif mendongkrak kapasitas ibu dan kader. Kesimpulan: Model intervensi ini berimplikasi penting sebagai strategi pemberdayaan perempuan berbasis komunitas yang aplikatif dan berkelanjutan dalam menekan risiko stunting di tingkat akar rumput.