Background: Rendahnya literasi gizi masyarakat dan dominasi penggunaan MP-ASI instan pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) masih menjadi tantangan utama dalam pencegahan stunting. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Naisyatul 'Aisyiyah Gubeng dalam penyusunan MP-ASI berbasis bahan pangan lokal tradisional. Metode: Metode yang digunakan mencakup pendidikan masyarakat, pelatihan praktik langsung (hands-on training), dan pendampingan partisipatif melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi. Evaluasi keberhasilan diukur secara kuantitatif menggunakan instrumen pre-test dan post-test pada aspek pengetahuan gizi, pemahaman MP-ASI, pemanfaatan bahan lokal, dan teknik pengolahan, serta dinilai secara kualitatif melalui observasi partisipatif. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada rata-rata skor literasi gizi peserta dari 57,50 menjadi 80,25. Peningkatan tertinggi dicapai pada indikator pemahaman MP-ASI dan teknik pengolahan (masing-masing meningkat +24 poin). Secara praktis, peserta mampu mengolah dan mendiversifikasi bahan pangan lokal menjadi menu MP-ASI yang memenuhi prinsip gizi seimbang. Pendekatan partisipatif berbasis praktik langsung terbukti efektif mendongkrak kapasitas ibu dan kader. Kesimpulan: Model intervensi ini berimplikasi penting sebagai strategi pemberdayaan perempuan berbasis komunitas yang aplikatif dan berkelanjutan dalam menekan risiko stunting di tingkat akar rumput.
Copyrights © 2026