Ketergantungan petani terhadap pupuk anorganik menjadi salah satu masalah yang perlu diperhatikan dalam upaya menciptakan pertanian yang berkelanjutan. Penggunaan pupuk yang praktis sering lebih dipilih dibanding pupuk organik yang membutuhkan proses pengolahan pada tingkat masyarakat. Kegiatan Pengabdian Masyarakat bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani Desa Wonokerso, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang dalam membuat Pupuk Bokashi Plus. Kegiatan dilaksanakan pada Jumat, 14 Agustus 2026 di Saung Tani Desa Wonokerso, di lahan milik Pak Riwoko. Peserta terdiri dari 10 petani dan 5 perwakilan BPP. Metode kegiatan termasuk identifikasi kebutuhan, penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, serta evaluasi melalui observasi dan wawancara. Bahan yang digunakan dalam formulasi adalah 200kg kotoran ternak, 50kg Phonska, 10kg urea, 10kg kapur pertanian, 1 botol EM4, 1 liter tetes/molase, dan air secukupnya. Peserta aktif terlibat dalam pencampuran bahan, pembuatan larutan dekomposer, pengaturan kadar air, dan fermentasi. Wawancara menunjukkan bahwa petani dan penyuluh merasa positif terhadap kegiatan, terutama mengenai potensi pupuk organik, pengurangan ketergantungan pada pupuk kimia, efisiensi biaya, dan perhatian terhadap tanah. Kegiatan ini belum melibatkan uji laboratorium dan uji lapang, sehingga dampaknya belum bisa diukur secara kuantitatif karna membutuhkan Pendampingan oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Pakisaji melalui pembuatan demplot, pengukuran biaya, dan pengujian mutu pupuk untuk keberlanjutan program.