Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengembangan Desa Warnasari melalui Pengolahan Limbah, Inovasi Selai Tomat Momotaro, Es Krim Susu Sapi, Pemasaran Banner, Literasi Akademik, Edukasi Digital Lisna Dewi; Lina Ratnasari Memed; Iyan Hardiansyah; Tazzaka Syahrul Muhammad; Vina Tiara Annisa; Adisty Fazria Suryani; Dera Ammelia Zahra; Sindy Selanisa; Adinda Sevtynova Dwi Putri; Surya Padli; Muhamad Rian Maulana; Dian Hermansyah
Journal of Digital Community Services Vol. 3 No. 2 (2026): July-Desember
Publisher : Institute Of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/dcs.v3i2.75

Abstract

Desa Warnasari memiliki berbagai potensi lokal yang dapat dikembangkan untuk mendukung peningkatan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat. Namun, pemanfaatan potensi tersebut masih menghadapi beberapa kendala, khususnya dalam pengelolaan limbah, pengembangan produk lokal, literasi digital, edukasi kesehatan, dan pendidikan. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik Berdampak (KKN-TB) dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dengan pendekatan pemberdayaan berbasis asset melalui identifikasi dan pemanfaatan potensi yang tersedia di desa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan tahapan observasi lapangan, identifikasi kebutuhan, perancangan, pelaksanaan program, pendampingan, hingga evaluasi bersama warga setempat. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan kapasitas masyarakat secara nyata melalui inovasi pengolahan komoditas lokal menjadi selai tomat dan es krim susu sapi bernilai ekonomis, serta pengolahan limbah organik menjadi pupuk kompos dan pupuk organik cair. Pada sektor lain, program ini berhasil menguatkan identitas visual UMKM melalui pembuatan media promosi, meningkatkan literasi bahasa asing pada anak usia dini dan sekolah dasar, serta meningkatkan kesadaran warga mengenai pencegahan stunting dan tata cara penggunaan obat yang tepat. Kontribusi utama dari pengabdian ini adalah terwujudnya transformasi tantangan desa menjadi peluang ekonomi baru serta terbangunnya kesadaran masyarakat dalam mengelola aset desa secara mandiri dan berkelanjutan.