Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Optimalisasi Media Sosial dalam Psikoedukasi Kesehatan Mental di Klinik Audentia Mind Medcare Zahra Qurrota Ayun; Pundani Eki Pratiwi; Wagiarini Widya Mardani
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 4 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v6i4.3187

Abstract

ABSTRACTSocial media has become one of the most widely accessed sources of mental health information; however, not all information circulating on these platforms is based on credible scientific sources. To address this issue, Audentia Mind Medcare Clinic implemented a social media-based mental health psychoeducation program through collaboration among student interns, psychologists, and psychiatrists. The program was conducted from March to May 2026 through the development of educational materials, production, and publication of educational videos. The evaluation was conducted descriptively using social media engagement indicators, including views, likes, shares,  repost and audience comments. The results showed that content developed through professional collaboration received positive responses and reached a broad audience, indicating its potential as a means of expanding public access to credible mental health information. ABSTRAKMedia sosial menjadi salah satu sumber informasi kesehatan mental yang banyak diakses masyarakat, namun tidak semua informasi yang beredar didasarkan pada sumber ilmiah yang kredibel. Untuk mengatasi hal tersebut, Klinik Audentia Mind Medcare melaksanakan program psikoedukasi kesehatan mental berbasis media sosial melalui kolaborasi mahasiswa magang, psikolog, dan psikiater. Kegiatan dilakukan pada Maret–Mei 2026 melalui penyusunan materi, produksi, dan publikasi video edukatif. Evaluasi dilakukan secara deskriptif menggunakan indikator engagement media sosial, meliputi jumlah tayangan (views), suka (likes), dibagikan (share), dibagikan ulag (repost) dan komentar audiens. Hasil menunjukkan bahwa konten kolaborasi profesional memperoleh respons positif dan menjangkau audiens secara luas, sehingga berpotensi menjadi sarana yang mampu memperluas akses masyarakat terhadap informasi kesehatan mental yang kredibel.