Penerapan green finance di Indonesia yang semakin berkembang membuka peluang bagi perusahaan untuk meningkatkan kinerja lingkungan dan ekonomi. Namun, bukti empiris mengenai efektivitas masing-masing instrumen green finance masih terbatas dan menunjukkan hasil yang tidak konsisten, khususnya pada perusahaan subsektor makanan dan minuman. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh green credit, green bonds, dan green investment terhadap efisiensi energi dan kinerja keuangan perusahaan subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari laporan tahunan, laporan keberlanjutan, dan laporan keuangan 12 perusahaan yang dipilih melalui purposive sampling, sehingga menghasilkan 60 observasi perusahaan-tahun. Regresi data panel digunakan untuk mengestimasi dua model dengan efisiensi energi dan kinerja keuangan sebagai variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa green credit berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap efisiensi energi, sedangkan green bonds dan green investment berpengaruh positif dan signifikan. Terhadap kinerja keuangan, green credit dan green bonds berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan green investment berpengaruh positif tetapi tidak signifikan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa efektivitas green finance berbeda berdasarkan jenis instrumen dan dimensi kinerja perusahaan. Penelitian ini memberikan bukti empiris mengenai perbedaan pengaruh green credit, green bonds, dan green investment terhadap kinerja operasional dan keuangan perusahaan subsektor makanan dan minuman di Indonesia.