Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Intervensi Desain Tempat Sampah Berbasis Upcycling Sebagai Solusi Keterbatasan Infrastruktur PHBS Di Sekolah Dasar Ayu Ningsih; Nika Cahyati; Dhiyaa Abdillah Ghiffara; Ridho Juliano; Joni Riki Ramdani; Lia Nur’ Ahmalia; Ridha Amalia; Mona Amalia Agustina; Reka Habibah; Erni Yunizar; Aril Umarul Faruq; Kiki Nurul Aeni; Lucky Ubaidillah Faqih; Rio Saputra; Muhammad Zakky Muttaqien; Chintya Dewiningtias; Nazwa Nafisatul Fuadah; Neng Vina Berliana; Mohamad Imammubin Nugraha; Ramanda Firgiyawan; Muhamad Ilham Fauzi; Akbar Maulana
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 6 No. 5 (2026): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v6i5.2931

Abstract

Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah dasar masih menghadapi kendala keterbatasan sarana pendukung, khususnya fasilitas pemilahan sampah sebagai salah satu enabling factor. Kondisi tersebut juga ditemukan di SDN 2 Selajambe yang mengalami keterbatasan ketersediaan tempat sampah pilah akibat terbatasnya anggaran operasional sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan solusi melalui intervensi desain tempat sampah berbasis upcycling sekaligus meningkatkan pemahaman warga sekolah mengenai pemilahan sampah sebagai bagian dari penerapan PHBS. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan partisipatif melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Tahapan kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan sarana, sosialisasi dan edukasi PHBS serta pemilahan sampah, perancangan dan pembuatan tempat sampah pilah berbasis material bekas, serta evaluasi penerapan di lingkungan sekolah. Tempat sampah dirancang dengan memanfaatkan enam galon air mineral bekas, tiga meter ram kawat, dan kabel ties. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa desain tempat sampah berbasis upcycling dapat dimanfaatkan sebagai alternatif sarana pemilahan sampah yang sederhana, fungsional, dan ekonomis. Ram kawat berfungsi sebagai penguat dan pelindung galon sekaligus memungkinkan siswa memantau kondisi dan kapasitas tempat sampah. Penggunaan kode warna yang kontras, yaitu hijau, hitam, dan merah, serta pemasangan poster edukasi memberikan penanda visual yang membantu siswa mengenali kategori tempat sampah dan memahami pentingnya pemilahan sampah. Intervensi ini juga memberikan alternatif solusi terhadap keterbatasan infrastruktur PHBS dengan memanfaatkan material bekas yang tersedia di lingkungan sekitar. Dengan demikian, desain tempat sampah berbasis upcycling berpotensi diterapkan sebagai inovasi sarana pendukung PHBS yang murah, mudah dibuat, dan dapat direplikasi pada sekolah dengan keterbatasan anggaran.