Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Usaha Tani Tanaman Kunyit di Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas Dwiki Safril Darmansyah; Irma Suryahani; Herman Sambodo
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 2: Agustus (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i2.2583

Abstract

Sektor pertanian memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi Indonesia, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas memiliki potensi besar dalam pengembangan tanaman biofarmaka, terutama kunyit, namun belum mampu meningkatkan kesejahteraan petani secara optimal. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh faktor-faktor produksi terhadap produksi kunyit, bagaimana tingkat efisiensi teknis, alokatif, dan ekonomi dalam usahatani kunyit, serta bagaimana tingkat keuntungan yang diperoleh petani. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor produksi, mengukur tingkat efisiensi, serta mengetahui tingkat keuntungan usahatani kunyit di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap petani kunyit di Kecamatan Kedungbanteng, dengan jumlah sampel sebanyak 78 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Data yang digunakan terdiri dari data primer melalui kuesioner dan wawancara, serta data sekunder dari instansi terkait. Teknik analisis yang digunakan adalah fungsi produksi Cobb-Douglas dalam bentuk logaritma linier serta analisis efisiensi teknis, alokatif, dan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor produksi berupa pupuk, bibit, luas lahan, dan tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap produksi kunyit, serta usahatani kunyit memiliki tingkat pendapatan yang cukup tinggi, namun belum sepenuhnya efisien baik secara teknis, alokatif, maupun ekonomi. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan faktor produksi belum optimal sehingga potensi produksi dan keuntungan belum maksimal. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya peningkatan efisiensi melalui penyuluhan, pelatihan, serta penerapan teknik budidaya yang lebih baik, disertai dukungan dari pemerintah daerah dalam bentuk kebijakan, akses informasi, dan fasilitas pertanian guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani kunyit di Kecamatan Kedungbanteng.