AbstrakKota Padang berada pada wilayah dengan bahaya gempa yang perlu direspons melalui peningkatan kualitas konstruksi rumah tinggal. Dinding pasangan bata pada rumah sederhana rentan mengalami retak, terlepas dari rangka, dan runtuh ketika menerima gaya lateral. Kegiatan pengabdian ini bertujuan membekali karyawan dan pekerja PT Adiwidia Cipta Amerta Padang dengan pemahaman dasar dan pengalaman praktik penerapan ferrocement layers sebagai perkuatan dinding untuk mengurangi risiko keruntuhan mendadak akibat gempa. Program dilaksanakan pada 14 Juni 2025 melalui identifikasi kebutuhan, persiapan, sosialisasi, pelatihan teknis, serta evaluasi dan tindak lanjut. Evaluasi kuantitatif menggunakan indikator proses dan luaran yang dapat diverifikasi dari daftar hadir, dokumentasi, dan catatan pelaksanaan. Kegiatan diikuti oleh sembilan peserta yang mengikuti rangkaian sosialisasi dan pelatihan teknis. Seluruh lima tahap program dan lima komponen inti demonstrasi terlaksana, masing-masing mencapai keterlaksanaan 100%. Kegiatan menghasilkan satu modul teknis dan satu segmen dinding demonstrasi atau dua dari dua luaran utama. Secara kualitatif, diskusi peserta berfokus pada fungsi angkur, posisi wire mesh, mutu mortar, ketebalan lapisan, biaya, dan pengendalian mutu. Program menyediakan dasar praktis bagi mitra untuk memasukkan detail perkuatan dinding ke dalam pengarahan pekerja dan pengawasan lapangan. Peningkatan pengetahuan peserta belum dapat dinyatakan dalam persentase karena kegiatan tidak memiliki rekaman skor tes awal dan tes akhir. Kata kunci: gempa bumi; ferrocement layers; perkuatan dinding, rumah tinggal; dan pelatihan teknis. AbstractPadang is exposed to substantial seismic hazards that require improved construction practices for residential buildings. Masonry walls in simple houses are vulnerable to cracking, separation from the frame, and sudden collapse under lateral loads. This community service program aimed to provide employees and construction workers of PT Adiwidia Cipta Amerta Padang with basic knowledge and hands-on experience in applying ferrocement layers as wall reinforcement to reduce the risk of sudden earthquake-induced collapse. The program was conducted on 14 June 2025 through needs identification, preparation, dissemination, technical training, evaluation, and follow-up planning. Quantitative evaluation used verifiable process and output indicators derived from attendance records, documentation, and implementation notes. Nine participants took part in both the dissemination session and technical training. All five program stages and five core technical demonstration components were completed, representing 100% implementation. The activity produced one technical module and one wall demonstration segment, fulfilling two of two principal outputs. Qualitative observations showed that participant discussions focused on anchor functions, wire-mesh positioning, mortar quality, layer thickness, costs, and quality control. The program provides a practical basis for the partner to incorporate wall-reinforcement details into worker briefings and site supervision. A percentage increase in participant knowledge is not claimed because no recorded pre-test and post-test scores were available. Keywords: earthquake; ferrocement layers; wall reinforcement; residential building; technical training.