Noor Mutiara Fathia Fathia
Universitas Negeri Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Persepsi Warga Sekolah terhadap Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 124 Jakarta Noor Mutiara Fathia Fathia; Desi Rahmawati; Winda Dewi Listyasari
NOKEN : Jurnal Pengelolaan Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan FKIP Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan memahami persepsi warga sekolah terhadap implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 124 Jakarta melalui dimensi kognitif, afektif, dan konatif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap sebelas informan yang terdiri atas kepala sekolah, guru penanggung jawab MBG, guru wali kelas, guru BK/Tim MBG, peserta didik, dan orang tua. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi, dengan keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan metode, member check, serta peer debriefing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi warga sekolah bersifat positif namun kritis. Secara kognitif, pemahaman warga sekolah berbeda kedalamannya sesuai posisi peran, dan manfaat program yang terkonfirmasi baru sebatas pemenuhan makan siang serta penghematan uang jajan, sedangkan manfaat gizi dan pembelajaran masih berupa keyakinan yang belum didukung data pengukuran. Secara afektif, sikap warga sekolah positif tetapi bersyarat, sedangkan kepuasan bersifat parsial karena pengelolaan internal sekolah diapresiasi sementara kualitas layanan penyedia dinilai belum memuaskan. Secara konatif, dukungan diwujudkan melalui tindakan nyata dan partisipasi lintas unsur yang tetap berjalan meskipun sebagian informan bersikap kritis, sementara harapan terhadap keberlanjutan program masih terbagi dan bertemu pada satu titik yang sama, yaitu keharusan dilakukannya evaluasi yang objektif. Kontribusi ilmiah penelitian ini terletak pada penajaman pembacaan dimensi konatif sebagai hasil interaksi antara sikap individu dan struktur kewajiban kelembagaan, serta pada pembedaan analitis antara manfaat program yang terkonfirmasi dan manfaat yang baru diyakini.