Penelitian ini membahas mengenai etika dan pengelolaan privasi subjek street photography di kalangan mahasiswa fotografi Institut Seni Indonesia Padangpanjang, melalui teori etika jurnalistik yang diadaptasi dari filsafat moral klasik. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh mahasiswa fotografi Institut Seni Indonesia Padangpanjang sebagai calon fotografer profesional di masa depan. Penerapan etika dan privasi sangat diperlukan, hal ini dilakukan agar terbentuknya kepercayaan dari subjek yang difoto kepada fotografer serta membangun reputasi yang baik bagi fotografer. Kemudian banyaknya praktik pengambilan dan publikasi foto di ruang publik tanpa persetujuan subjek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana etika dan pengelolaan privasi subjek dalam praktik street photography mahasiswa fotografi ISI Padangpanjang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi karya street photography mahasiswa yang dipublikasikan di media sosial, lomba, dan pameran. Teknik analisis data menggunakan metode analisis data interaktif miles dan huberman, melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan etika dalam praktik street photography mahasiswa masih belum konsisten. Sebagian besar mahasiswa tidak meminta izin kepada subjek karena mempertimbangkan spontanitas momen dan nilai estetika foto. Selain itu, ditemukan foto yang dipublikasikan tanpa sepengetahuan subjek dan memperlihatkan identitas subjek secara jelas. Praktik tersebut menunjukkan adanya persoalan etika dalam publikasi street photography mahasiswa. Meskipun sebagian mahasiswa telah berupaya menjaga kenyamanan subjek, penerapan etika fotografi belum sepenuhnya diterapkan dalam praktik.