Fluktuasi harga saham pada perusahaan subsektor tekstil dan garmen sektor consumer cyclicals cenderung dipengaruhi oleh dinamika ekonomi yang menyebabkan harga pasar tidak selalu mencerminkan nilai fundamental perusahaan, sehingga menyulitkan investor dalam menentukan nilai wajar saham dan memilih metode valuasi yang tepat dalam penentuan keputusan investasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai intrinsik saham menggunakan metode Residual Income Model (RIM) dan Price to Book Value (PBV) serta membandingkan tingkat kedekatan hasil valuasi saham menggunakan Root Mean Squared Error (RMSE) terhadap harga pasar sebagai dasar keputusan investasi. Meskipun metode RIM dan PBV banyak digunakan dalam penelitian valuasi saham, hasilnya seringkali tidak konsisten dan tidak secara jelas menentukan metode yang paling mencerminkan harga pasar. Penelitian ini berkontribusi dalam mengintegrasikan kedua metode dan memberikan perbandingan akurasi hasil valuasi saham secara bersamaan dengan lebih komprehensif khususnya di subsektor tekstil dan garmen. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif yang dilakukan pada sampel berjumlah 3 emiten yaitu TRIS, ESTI dan ERTX. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan teknik analisis data adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing metode menghasilkan nilai intrinsik yang lebih besar dari harga pasar saham pada ketiga emiten, sehingga saham dikategorikan undervalued. Berdasarkan uji akurasi RMSE, metode PBV menghasilkan nilai paling mendekati harga pasar saham dibandingkan metode RIM pada sampel penelitian, sehingga penentuan keputusan investasi yaitu menggunakan metode PBV dalam menganalisis valuasi saham dengan rekomendasi membeli (buy) saham pada perusahaan sampel di subsektor tekstil dan garmen sektor consumer cyclicals.