Andi Faisal Jumardin
Universitas Puangrimaggalatung, Sengkang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MODEL MANAJEMEN USAHA KULINER BERBASIS INOVASI PELAYANAN DAN ADAPTASI ORGANISASI: STUDI KASUS MENZA FRIED CHICKEN DI KABUPATEN WAJO Besse Herlina; Jamal Qadar J; Andi Faisal Jumardin
JAMBURA: Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis Vol 9, No 2 (2026): JIMB - VOLUME 9 NOMOR 2 SEPTEMBER 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37479/jimb.v9i2.41327

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk-bentuk inovasi pelayanan yang diterapkan, mengkaji proses adaptasi organisasi, dan merumuskan model manajemen usaha kuliner berbasis inovasi pelayanan dan adaptasi organisasi melalui studi kasus Menza Fried Chicken di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus; data dikumpulkan dari sembilan informan kunci melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi pelayanan diterapkan secara efektif dalam pengelolaan Menza Fried Chicken, tercermin pada inovasi proses dan inovasi pelayanan, pengembangan metode manajemen layanan secara kelembagaan melalui pemasaran berbasis media sosial, serta standar layanan yang telah terbangun dengan baik. Adaptasi organisasi berlangsung dalam merespons dinamika kebutuhan konsumen, mencakup penyesuaian jam operasional, menu, pola kerja, prosedur layanan, serta respons terhadap perubahan selera dan persaingan pasar, yang menunjukkan ciri organisasi adaptif, fleksibel, dan responsif dalam konteks usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Model manajemen usaha kuliner yang dirumuskan mengedepankan kualitas layanan berbasis kerangka SERVQUAL, dengan penekanan pada standar pelayanan, responsivitas, dan kepuasan konsumen, sehingga menjadi model manajemen usaha kuliner yang berorientasi pelanggan dan dapat menjadi rujukan bagi UMKM kuliner sejenis.