Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik manajemen kelas inklusi di SDIT Bening Bogor, dilihat dari empat aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data penelitian dikumpulkan melalui Teknik observasi partisipasi pasif, wawancara semi-tersetruktur, serta studi dokumentasi. Sumber data primer melibatkan kepala sekolah, guru kelas, GPK, dan siswa reguler. Sedangkan data sekunder melibatkan dokumen PPI, serta dokumen perencanaan pembelajaran mingguan. Tahap analisis data dilakukan secara interaktif meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi Kesimpulan dengan Teknik triangulasi untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDIT Bening bogor telah menerapkan keseimbangan belajar bagi ABK kelas 6 melalui pemisahan waktu akademik di ruang inklusi dan penyatuan penuh pada kegiatan nonakademik. Keberhasilan pelibatan ABK didukung oleh strategi modifikasi tugas, penggunaan kalimat instruksi yang pendek dan berulang, serta pengondisian sosial kelas yang berhasil membangun empati tinggi dari teman sebaya yang suportif. Proses operasional di lapangan masih menghadapi beberapa tantangan, seperti ketidakselarasan jadwal harian akibat komunikasi sintaks mingguan antar guru yang baru membahas sebatas judul materi, keterbatasan fisik ruang kelas, distraksi verbal ABK di kelas reguler, beban ganda GPK ketika kegiatan diluar kelas, serta kendala penyesuaian teknologi e-rapot dinas resmi yang berubah-ubah di setiap semester. Meskipun menghadapi kendala administrasi dan akademik karena keterbatasan IQ, namun hal ini tidak membuat ABK stagnan perkembangannya melainkan ABK mulai adanya peningkatan adab, pengelolaan emosi yang stabil, serta kemampuan sosial yang meningkat. Kesimpulannya, sinergi komunikasi antar guru, penempatan ruang kelas yang fleksibel, dan budaya saling membantu menjadi kunci utama keberhasilan layanan pendidikan inklusif.